Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan

Mencuci Pakaian Putih yang Benar Agar Bebas Noda

Banyak orang percaya bahwa pakaian putih gampang banget terkena noda sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan bahkan cenderung keruh. Pada dasarnya nggak sulit untuk membuat pakaian berwarna putih bisa terlihat selalu putih dan bersih. Akan tetapi, akibat salah saat proses mencuci dan juga perawatannya, pakaian putih menjadi lebih mudah berwarna keruh. Nah, berikut aku kasih tips cara mencuci baju putih agar selalu cerah dan tak bernoda. Baca sampai habis, ya!

Mencari Info Kesehatan di SehatQ.com

Kemajuan teknologi dan informasi di masa kini sudah tidak terbendung lagi. Sebagai bagian dari generasi milenial, saya lebih memilih untuk mendapatkan segala informasi secara cepat dan akurat hanya dengan bermodalkan gawai dan koneksi internet. Yang jelas, efektif dan efisien adalah kuncinya, serta bisa diakses secara mobile di mana saja dan kapan saja.

Bagi orang yang hobi membaca, asupan artikel yang memuat berbagai macam informasi di segala bidang tidak mungkin untuk dilewatkan. Rasanya akan ada yang kurang kalau dalam sehari belum menyempatkan diri untuk membaca. Salah satu informasi yang membanjiri linimasa adalah perihal kesehatan.

4 Hal yang Perlu Dilakukan Calon Pengantin Menjelang Hari Pernikahan

Kesibukan yang seabrek dalam mempersiapkan pernikahan memang bukan perkara yang simpel, sekalipun pesta pernikahannya diselenggarakan secara sederhana. Berbagai printilan seperti mengurus undangan, membeli souvenir, menge-list keluarga dan among tamu yang mendapatkan seragam (jangan lupakan bridesmaid juga, anyways), menghubungi catering, mengontak pihak wedding organizer/WO (terkait dengan venue, dekorasi, rias pengantin, baju pengantin, hiburan, dll), dan tentu saja urusan administrasi dengan pihak Kantor Urusan Agama (KUA) yang harus dilakukan jauh-jauh hari bulan.

Banyaknya kegiatan yang harus dilakukan tersebut tidak jarang membuat kewarasanku sedikit goyah. I mean, sedikit-sedikit kesal dan mood berantakan (tapi masih doyan makan, kok!). Sering banget hal-hal kecil yang didiskusikan berubah menjadi something matters much. Diskusi yang berlangsung ini nggak hanya dilakukan antara aku dengan pasanganku, melainkan bersama dengan keluarga. Memang harus memperbanyak stok sabar dan besar hati, guys.

Dokumen Buat Daftar Nikah, Apa Aja?

Beberapa hari belakangan ini aku lagi disibukkan dengan serangkaian kegiatan tentang persiapan menikah, guys. Mulai dari urusan seragam (untuk keluarga, among tamu, dan tentu saja bridesmaid), cetak undangan, cari souvenir, diajakin belanja buat isi seserahan, urusan dengan wedding organizer (WO), fitting baju pengantin, dan yang utama adalah urusan administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA).
Daftar dulu di KUA, guys.
Mengurus pernikahan sudah pasti nggak terlepas dari keperluan administrasi yang harus dipenuhi supaya tercatat di lembaga pernikahan. Memang butuh effort dan harus menyempatkan diri, meluangkan waktu, dan menenangkan pikiran untuk mengurus hal-hal administratif ini. Of course harus ada kerja sama yang epic dari kedua belah pihak calon mempelai, dooooong.

Cara Mendapatkan Uang dari Blog

Zaman sekarang memiliki penghasilan melalui blog atau website sudah bukan hal yang asing lagi. Sudah banyak orang yang berfokus menjadi penulis digital alias blogger. Duduk manis sembari menatap layar gadget dan menuliskan kalimat demi kalimat memang terdengar mengasyikkan, ya? However, apakah sungguh semudah itu dan seenak kelihatannya?
Gimana caranya, ya?
Di sebuah kesempatan, Ketua Kumpulan Emak Blogger (KEB) chapter Solo, Mak Ety Abdoel, membagikan kisahnya. Beliau sharing tentang cara mendapatkan uang dari kegiatan blogging. Kira-kira apa aja, nih? Simak paparannya di bawah ini, yaaa! Sudah kurangkum semua.

Arisan Ilmu KEB Solo – Hobi Menjadi Bisnis

Setelah sekian lama aku kepengen banget ikutan Arisan Ilmu bareng KEB (Kumpulan Emak Blogger) chapter Solo, akhirnya pada 14 Juli 2019 kesampaian juga! Di event Arisan Ilmu kali ini, KEB Solo turut serta menggandeng Sisternet dan mendatangkan pembicara seorang influencer yang juga merupakan owner Rok Mekrok.
founder keb
Welcoming speech dari founder KEB

Acara dipandu oleh MC teryahud, pentolan pengurus KEB Solo, Mak Ana Ike dan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan welcoming speech dari ketua KEB Solo, Mak Ety Abdoel. Setelah itu, Mak Mira Sahid selaku founder KEB juga memberikan sambutan. Salah satu kalimat yang membekas di ingatanku kala itu dari Mak Mira Sahid adalah “Perempuan bersinergi satu sama lain, bukan hanya saling memberi inspirasi melainkan juga saling menguatkan.” Melalui komunitas inilah literasi digital perempuan amat diberdayakan.
Wah, baru awal-awal acara aja udah semangat begini, ya! Apalagi kalau sampai tuntas.

15 Tips Mengatur Uang Ala Raditya Dika

To the point aja, kali ini aku akan sharing tentang tips finansial (yang tentu saja berguna sebagai self reminder buat aku sendiri). Tips-tips ini aku rangkum dari video Raditya Dika – seorang komika, penulis, sutradara, aktor, youtuber *gilaseeehh multitalenta banget nih orang wkwk – yang ia unggah di Youtube Channel-nya.

FYI, Raditya Dika juga merupakan alumni dari Adelaide University, Australia dan jurusannya juga berkaitan dengan hal-hal yang berbau finance gitu. So, reliable enough lah yaaa. Berikut 15 tips ngatur duit ala Raditya Dika:
raditya dika
Raditya Dika

Langkah Optimasi Blog Supaya Cetar Membahana

Berkecimpung di dunia blogging mengharuskan kita untuk melakukan berbagai upaya agar performa blog bekerja optimal, either dalam hal SEO, tata kalimat, dan tampilan blog. Keseluruhan hal tersebut tentu saling berpengaruh. Aku sendiri masih banyak belajar untuk mengembangkan blog pribadiku ini. So, aku selalu excited setiap memperoleh ilmu baru terkait dengan optimasi blog.

Beberapa waktu lalu, Natur Hair Care menyelenggarakan Blogger Gathering di Bong Kopitown Jogja. Aku beruntung sekali bisa join di event ini. Selain mendapatkan info menarik mengenai produk-produk Natur Hair Care yang teruji kualitasnya, seperti Natur Shampoo, Natur Hair Tonic, dan Natur Hair Mask, aku juga memperoleh wawasan penting mengenai optimasi blog yang diisi langsung oleh expert-nya, yaitu Indah Juli Sibarani.

Anyway, aku bikin videonya juga, loh, tentang keseruan acara ini. Aku unggah di Youtube Channel-ku. Bisa klik tautan di bawah ini, ya.
💛💛💛💛💛

Tutorial Makeup Lamaran (Engagement Makeup)

Beberapa waktu yang lalu, aku telah melewati suatu proses penting dalam hidupku, yaitu hari di mana aku dilamar oleh kekasih hati. 💘
Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, kami melangsungkan engagement ceremony. Acara hanya dihadiri oleh keluarga dekat dari kedua belah pihak dan berjalan lancar, khidmat, sederhana, dan bermakna. Alhamdulillah. 😊

Di acara sepenting itu (iya, bagiku penting sekali hihi 😁), aku makeup-an sendiri, loh. Wkwk 😃😄
Biasanya aku makeup-in klien di hari pentingnya, kali ini aku makeup­-an untuk diriku sendiri. Makeup yang aku pake pun temanya simpel, ‘no makeupmakeup look.

Cara Perpanjang SIM di Polres Klaten

Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah kebutuhan penting bagi kita, apalagi bagi pengendara kendaraan bermotor yang aktif berkendara setiap harinya. Memperpanjang masa aktif SIM tentu hal yang wajib dilakukan setiap lima tahun sekali. Nah, kebetulan tahun 2019 ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk memperpanjang SIM C.

Ternyata mengurus perpanjangan SIM secara langsung di kantor Polres bukanlah hal yang sulit. Cukup datang ke Polres dan melakukan beberapa tahap selama kurun waktu sekitar satu jam, kita sudah bisa mendapatkan SIM baru hasil perpanjangan. Berhubung domisili saya di Klaten, so saya mengurusnya di kantor Polres Klaten yang terletak di Jalan Bypass Klaten (Masjid Al-Aqsha ke timur).
perpanjang sim klaten
Mekanisme Penerbitan SIM Polres Klaten

Tips & Trik Lolos Tes Masuk S-2 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)


"Gabut banget, nih. Kuliah aja apa, ya?"
😂

Terkadang aku mendapat bisikan semacam itu ketika aku mengalami kegabutan yang HQQ, gaissss. Yha itu tidak lain dan tidak bukan karena emang akunya nganggur aja yekaaannn? Alesan baeee, heleeeeehhhh~

But, however, aku tidak akan membiarkan diriku hanya begini-begini saja tanpa melakukan suatu pergerakan which is dapat mengakibatkan tumpulnya daya kerja otakku dan lumpuhnya perasaanku. *APAAN SIH WOYYYY* 💢

So, di postinganku kali ini aku akan membahas tentang tips dan trik agar kamu bisa lolos tes masuk PTN untuk jenjang S-2. Kampus yang aku tuju di sini yaitu Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Jadi, bakalan lebih spesifik, ya. Tapi, secara umum soal-soal tes ini juga berlaku di perguruan tinggi lainnya, guys.

Buat kamu yang anti banget baca artikel sepanjang Anyer-Panarukan dan lebih memilih untuk menonton tayangan melalui video, HERE IT IS, GUYS! Aku kasih link-nya di bawah ini karena aku udah bikin juga tips & triknya berupa video. Langsung klik aja, yeeee:

Sekalian subscribe juga boleh, loh. Boleh banget, guys. Jadi ntar kalo aku upload video baru, kamu jadi bisa langsung gercep buat nonton. *pede level akut*
Jangan lupa tinggalin like dan comment, terus share juga karena pasti banyak banget orang yang membutuhkan video dengan konten yang informatif serta inspiratif seperti ini, khaaannn? *super demanding banget emang orangnya buset*

HOOOOKAAAAAYYYYYY!

Sudah cukup mukadimahnya. *Udah kepanjangan banget, Maemunaaahhh*
Sekarang langsung aja ke bagian inti.
Maka, perhatikan dengan seksama yaaaaaa, wahai para netizen yang budiman.
😎

Tes masuk ke PTN terutama di UNS untuk jenjang S-2 (Pascasarjana) ini berupa multiple choice (pilihan ganda) yang terdiri atas dua tipe, yaitu Tes Pengetahuan Umum dan Tes Bahasa Inggris.
Tes Pengetahuan Umum berisi 90 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit. Sementara, Tes Bahasa Inggris berisi 75 soal, tapi aku lupa harus dikerjakan berapa menit. 💆

Soal-soal yang ada di Tes Pengetahuan Umum terdiri atas soal:
  1. Verbal 
  2. Numerik
  3. Analitik
  4. Spasial
Nah, kita akan bahas satu per satu sekaligus aku berikan tips dan triknya dalam mengerjakan.

Soal Verbal
Soal verbal ini ciri khasnya gampang banget, ada bacaan yang paragrafnya panjang banget. Dan, soal yang ditanyakan biasanya tentang ide pokok, main idea, pokok permasalahan, ya gitu-gitu deh. Kalo nggak gitu, nanti akan ditanya tentang satu kata yang bakalan dicari definisinya. Kayak gini contohnya 👇
Contoh soal verbal
Tips:
Gunakan teknik skimming & scanning dalam membaca paragraf. Baca soal terlebih dahulu, pahami betul-betul maksud dari soalnya, kemudian baru 'baca' paragrafnya. Usahakan fokus! Jangan ngelamunin gebetan apalagi mantan!!11!!!1111!!
Sering-sering baca berita untuk memperkaya kosa kata. Biasakan diri membaca paragraf yang panjang.

Soal Numerik
Sebenernya kita udah familiar dengan soal-soal seperti ini, apalagi kita udah mengenyam pendidikan selama bertahun-tahun dan kita PASTI menjumpai mata pelajaran matematika. Hidup kita memang tidak bisa terhindarkan dari matematika, dear.
Contoh soal numerik
Actually, soal seperti itu mudah saja, bukan? Hanya soal matematika sederhana. But, kalo kamu nggak hati-hati, kamu bakalan kejeglong dan jawaban kamu bisa salah besar. Makanya, hati-hati!
Kamu harus cermat, cepat, dan tepat.
Tipsnya bakalan aku jadikan satu dengan soal analitik di bawah.

Soal Analitik
Hampir sama dengan soal numerik, soal analitik ini juga membutuhkan kekuatan logika tingkat dewa. Daya penalaran kamu harus bekerja semaksimal mungkin di sini. Sekali lagi, fokus!
Contoh soal analitik
See? Soal analitik nggak melulu berkaitan dengan angka. Tapi, kamu harus bisa menguasainya dan memecahkan permasalahannya. Kekuatan logika sangat memegang peranan penting di sini.

Tips:
Soal seperti itu sudah ada polanya. Kalaupun diganti angkanya/permasalahannya, nggak masalah. As long as kamu udah tahu polanya, kamu cepat dan teliti dalam mengerjakan, beres sudah.
Sering-sering aja latihan soal serupa supaya kamu familiar dan paham dengan cepat, serta kamu bisa menemukan titik ternyaman kamu dalam menyelesaikan soal-soal itu.

Soal Spasial
Udah tahu lah, yaaaa. Ini soal yang berisi gambar-gambar yang nantinya kamu disuruh untuk menentukan kelanjutan gambar yang tepat.
Contoh soal spasial
Tips:
Lagi-lagi, kamu harus mampu menguasai logika. Penalaran kamu kudu main banget di sini, hanya saja ini berkaitan dengan ruang. Sering-seringlah latihan menjumpai soal serupa. Latihlah otak kamu untuk menemukan jawaban dengan cepat dan tepat.

By the way, di Tes Pengetahuan Umum ini kamu juga akan menjumpai Tes Karakteristik Kepribadian sebanyak 15 soal. Isinya berupa studi kasus yang nantinya kamu disuruh menentukan solusi yang tepat atas permasalahan tersebut. Nah, masalahnya, opsi jawaban yang ada itu sifatnya betul semua, tapi berlevel. Kamu tinggal pilih aja, mana jawaban yang paling tepat menurut kamu.

Tes Bahasa Inggris
Tes ini yang jelas kamu harus punya kapabilitas yang memadai dalam bahasa Inggris, guys.*yaiyalah*
Akan ada soal berupa reading comprehension yang mana bakalan tersedia paragraf panjang dan kamu harus paham betul isi dari paragraf itu. Kemudian, ada juga soal yang berupa koreksi grammar. Lalu, ada lagi soal yang kamu diwajibkan untuk memberikan opini kamu dalam bentuk kalimat-kalimat gitu deh, dan tentunya dalam bahasa Inggris.

Tips:
Banyak baca, banyak latihan, sering nulis, pahami tenses dan grammar dengan baik.

YHAAAA INTI DARI SEMUANYA ADALAH, KAMU HARUS BANYAK-BANYAK LATIHAN. BELAJAR YANG RAJIN, RUTIN, TERATUR.
UDAH ITU AJA.

Jadi, gimana?
Siap kuliah lagi?
Good luck, guys!
💗

16 Tips Kendalikan Amarah


Emosi dalam diri terdiri atas dua jenis, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Keduanya tidak jarang muncul tiba-tiba, sekonyong-konyong, begitu saja. Akan tetapi, setidaknya kita masih bisa mengendalikannya (sekalipun tidak mudah). Emosi yang akan kita bahas di sini adalah emosi negatif. Yeaaaaah!

Setiap orang pasti pernah marah dan tentu ada sebabnya. Entah karena hal besar maupun hal sepele sekalipun. Kadar kemarahan setiap orang pun berbeda-beda. Cara bereaksi ketika marah juga berbeda. Hati-hati! Jangan sampai ketika kita marah malah membuat keadaan makin parah atau justru malah menyakiti orang lain. Well, that’s why aku tertarik untuk membahas hal ini.
Aku mendapatkan tips-tips ini dari Evan Dumas (Twitter @eedumas). And, I think it’s worth to read. Sooo, yeaaa. Yok, kita bahas satu per satu!
  1. Talk about what makes you feel stressed. Talk about what makes you feel stressed with a human who will listen with respect and understanding. Utarakan segala sesuatu yang bikin kamu tertekan (stres, marah, kesal, jengkel, kecewa) kepada orang yang mau mendengarkanmu dengan penuh hormat dan pengertian. Jadi, orang yang kamu curhati ini nggak bakalan nge-judge kamu atau ngasih ceramah panjang lebar. Nggak enak ‘kan kalau kita niatnya pengen curhat tapi berakhir dengan dihakimi?
  2. Talk about what makes you feel joy. Talk about what makes you feel joy with a human who will listen with respect and understanding. Ungkapkan hal-hal yang bikin kamu senang, bahagia, dan ceria kepada orang yang mau memahami dan mendengarkan kamu dengan baik. Adalah suatu anugerah tatkala kita bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain tanpa merasa berat atau bahkan menyinggung perasaan orang yang kita curhati. Bebaskan. Lepaskan. Berbahagialah!
  3. Go slower. Pelan-pelan saja. Ketika pikiran serasa penuh sesak seakan segera meledak, jangan lupa inhale and exhale deep. Jangan lupa bernapas! Sayangi pembuluh darah di otak dan degup jantung kamu.
  4.  Build a habit. Build a habit of noticing how you react to things, this is called mindfullness. Bentuklah kebiasaan memperhatikan cara-cara kamu bereaksi terhadap berbagai hal, entah itu saat kamu menerima kabar bahagia atau musibah. Inilah yang disebut dengan mindfullness (keadaan berhati-hati). Ini juga merupakan salah satu cara kamu bisa mengenali diri kamu sendiri lebih dalam. Kalau kamu nggak kenal sama diri sendiri, siapa lagi?
  5. Be kind to yourself. Be kind to yourself. In small doses treat yourself with the same kindness you normally reserve for others you love and care about. Berbaik hatilah pada dirimu sendiri. Serius, deh! Ini penting banget. Kamu harus berbaik hati dengan dirimu sendiri sebagaimana kamu berbaik hati kepada orang yang kamu cintai. Kamu harus peduli dengan dirimu sendiri sebagaimana kamu juga peduli dengan orang lain. Barangkali, saking sayangnya kamu kepada orang lain, membuatmu jadi lupa untuk menyayangi diri sendiri. Love yourself, be kind to yourself.
  6. Realize you didn’t cause. Realize you didn’t cause this, it’s not your fault. Tidak semua hal yang terjadi disebabkan oleh semua tindakan kamu. Terkadang, justru faktor eksternallah yang memicu suatu permasalahan terjadi, and then merembet ke segala arah. Jadi, segalanya bukan disebabkan olehmu semata. Tenangkan pikiranmu terlebih dahulu.
  7. Realize you don’t have to heal alone. Realize you don’t have to heal alone, because you’re not alone in feeling this way. Sadarlah! Kamu nggak sendirian. Ada banyak orang di luar sana yang (mungkin) juga merasakan hal yang sama. Walau memang, untuk menyembuhkan diri sendiri kunci utamanya adalah diri sendiri. However, bantuan dari orang terdekat atau orang lain juga bisa turut andil dalam proses penyembuhan dirimu itu. Kamu nggak hidup sendirian di dunia ini.
  8. Realize burnout is an opportunity. Realize burnout is an opportunity for growth. It’s a time for new values, new perspectives, new support, and maybe new environments. Amarah merupakan jalan untuk bertumbuh. Dengan adanya amarah, kamu belajar untuk mengendalikan dirimu sendiri. Kamu nggak akan membiarkan amarah menguasai dirimu. Justru, kamulah yang harus menguasai segala emosi itu. Jangan biarkan dirimu kalah olehnya. Jadikan hal ini sebagai kesempatan untuk menemukan nilai-nilai baru dalam kehidupan, pola pikir baru dan cara pandang baru, dukungan-dukungan baru, dorongan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan bahkan lingkungan baru yang jauh lebih baik.
  9. Forgive yourself. Forgive yourself for not acting on these stressors earlier, this is completely normal. Memaafkan diri sendiri untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap penyebab stres. Bertingkah normal. Cobalah untuk biasa saja. Kuasai diri sendiri terlebih dahulu.
  10. Choose self compassion. Realize there is a part of you larger than the part that suffers, and this part is what heals you. You always have this, there’s always the option to choose self compassion. Ada bagian dari dalam dirimu yang lebih besar daripada penderitaan yang kamu alami, dan bagian itulah yang akan menyembuhkanmu. Kamu akan selalu memiliki bagian itu. Akan selalu ada pilihan untuk penghiburan diri. Aku lebih suka menyebutnya sebagai penghiburan diri, bukan cara untuk mengasihani diri. Karena, menghibur dan mengasihani adalah dua hal yang berbeda.
  11. Get out of your head. Seriously, get out of your head and into your body. Food, exercise, walks, baths, whatever. Thinking about feelings rarely makes them change. Keluarlah dari sesaknya pikiranmu itu! Karena sesungguhnya pikiran-pikiran yang ada di otakmu itu sebagian besar hanya terjadi di alam pikiran, tidak di realitas. Fokuslah pada tubuhmu! Makanlah, berolahragalah, bergeraklah, menarilah, berlarilah, bernyanyilah, bermeditasilah, dan sebagainya! Terlalu larut dalam perasaan tidak akan mengubah apapun.
  12. Realize burnout is a systemic issue. Realize burnout is a systemic issue. Our work is breaking our hearts. Our “professionalism” was first crafted by dudes with no emotional intelligence. Our jobs deny our humanity, and that causes burnout. Amarah adalah persoalan sistemik. Terkadang, pekerjaan kita menghancurkan perasaan kita. Rasa “profesionalisme” dalam pekerjaan diciptakan oleh orang-orang yang tidak memiliki kecerdasan emosi. Pekerjaan kita mengabaikan rasa kemanusiaan kita, sehingga dapat menimbulkan amarah. Nggak jarang ‘kan beban kerja yang kita tanggung atas nama profesionalisme membuat kita mengesampingkan urusan keluarga, apalagi urusan perasaan hati dan kesehatan jiwa?
  13. 13.   Realize you’re not alone again. Realize you’re not alone again. Last polled 74% of Americans said that their jobs and money was the #1 stressor in their life. Sekali lagi, kamu nggak hidup sendirian. 74% warga Amerika menyatakan bahwa pekerjaan dan uang menjadi penyebab stres nomor 1 dalam kehidupan mereka. Itulah sebabnya kita perlu mengendalikan pikiran kita, demi kesehatan jiwa.
  14. Know that burnout is an issue. Know that it’s a hugely American issue. The ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems) lists burnout as an issue (code Z73.0). But the DSM (our American diagnosis manual) makes no mention of it. So there’s that. ICD menyertakan amarah sebagai salah satu persoalan penting. Sementara, DSM tidak menyatakan hal yang sama. Hmmm, perbedaannya terletak pada cara pandang. Bagiku, amarah tetap masuk ke dalam issue penting itu. Biar bagaimanapun, amarah merupakan bagian dari emosi. Emosi adalah bagian dari dalam diri. Dan, hal ini akan tetap selalu menyertai dalam sepanjang garis kehidupan. Kalau kita mengabaikan amarah sebagai issue, kita akan menjadi pribadi yang heartless. Well, that’s only my opinion.
  15. Take the fire to motivate. Take the sadness and weariness and get empathetic for other folks burning out. We can fix this together but we need our fire to motivate us, not turn us into ash. Menerima segala kesedihan dan kelemahan adalah sebuah keharusan. Suatu hal terjadi tidak sesuai dengan harapan kamu. Lalu, apa yang akan kamu lakukan kalau tidak menelan pil pahit itu? Satu-satunya cara hanyalah menerimanya. Nrimo. Tidak semua hal berjalan sempurna. Terkadang, kerikil, aral, halangan, rintangan datang menyertai. Jadikan semuanya sebagai motivasi untuk bergerak lebih banyak, berusaha lebih keras, dan berbahagia lebih lebih lebih. Jangan sampai gangguan tersebut melemahkanmu. Kamu lebih kuat dan lebih hebat!
  16. 16.   Remember that you are not alone. For everyone responding that they don’t have someone to listen: it doesn’t have to be a lover or a close friend. A stranger will do, as long as they’re a human, and there’s lots of us. You’re not alone. We all have the capacity to care and be cared for. Kalau kamu ngerasa kamu nggak punya seseorang yang bisa mendengarkanmu, hey, ada banyak manusia di dunia ini. Orang asing atau kenalan pun bisa kamu jadikan tempat curhat. Tapi, tetaplah berhati-hati. Itu saja kuncinya.
Nah, itu dia beberapa tips mengenai cara mengendalikan amarah biar nggak berapi-api. Inti dari semua itu adalah BERBAGI alias SHARING. Nggak semua hal harus dipendam sendiri. Ada kalanya kita perlu berkisah, bercerita, menuangkan sedikit/banyak kecamuk yang bergerilya di dalam pikiran, dan mengutarakan hal-hal yang selayaknya diungkapkan ke permukaan. Semua demi kewarasan pikiran dan jiwa. Tenanglah, kita tidak hidup sendiri di dunia ini.

Kuliah S2 di UNS Ngapain Aja?


Well, hello, people!
Aku mau sharing ah tentang perjalanan kuliah Magister! Semoga bisa sedikit membantu, ya, buat kamu yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2.
Buat yang sudah merasakan hal yang sama, bisa dong tinggalin komentar di bawah! Biar bisa kasih insight tambahan buat para netizen. Daaaan, kita bisa diskusi, nih!
Aku pernah sharing tentang ini dalam bentuk video. Ada di YoutubeChannel-ku, guys. Buat yang nggak mau baca dan prefer untuk nonton, cussss silakan klik di bawah ini:
Jangan lupa subscribe, yaaaaa!
👆
Baiklah. Tanpa berlama-lama, langsung aja ke inti pembahasan.
Aku kuliah S-2 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, jurusan Magister Pendidikan Sains. Sebelumnya, jenjang kuliah S-1-ku di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan jurusan Pendidikan Fisika. So, I think it’s still linear, right?
Back to the topic.

Kuliah S-2 terdiri atas minimal 4 semester. Semester 1-2 adalah kuliah teori, which is kuliah di kelas seperti biasa dengan mengambil mata kuliah wajib dan pilihan. Dan, hari-hari yang dijalani masih berkutat seputar hadir di kelas, memperhatikan dosen yang mentransfer ilmu, berdiskusi dengan rekan dalam kelompok, berdiskusi dengan dosen, ngerjain tugas (tugas kelompok dan/atau tugas mandiri), dan lain-lain. Jadwal kuliahnya sih Rabu-Jumat. Namun, kalau ada kelas tambahan/pengganti, bisa diagendakan di hari lain.
😎
Perjuangan yang sesungguhnya dan literally berat banget tapi memang harus dijalani agar dapat segera lulus, baru terasa mulai semester 3 ke atas.
Di semester 3-4 (atau bahkan 5, dan seterusnya) mata kuliah yang diambil HANYA Tesis. Tidak ada mata kuliah lain (kecuali kalau kamu mau mengulang mata kuliah lain untuk memperbaiki nilai kamu yang sebelumnya kurang tuntas).
Meskipun kelihatannya mata kuliah yang diambil itu HANYA Tesis, ternyata Tesis tidak sekadar Tesis.
J A U H   L E B I H   D A R I   I T U , P E M I R S A .
Bahkan, untuk menyelesaikan Tesis ini, aku butuh waktu dari semester 3 sampai semester 5. Tiga semester ini hanya demi merampungkan Tesis sebagai Tugas Akhir!

Langkah-langkah yang aku penuhi ada banyaaaaakkkk banget! Akan tetapi, secara garis besar tahapan-tahapan yang aku lalui ada 4 tahap, antara lain:
  • Seminar Proposal
  • Seminar Kemajuan
  • Seminar Hasil
  • Ujian Tesis
Untuk menempuh keempat tahap tersebut, itu tuh nggak cuma sekadar ngurusin Tesis. Jangan bayangkan kamu hanya ke perpustakaan untuk cari referensi, kemudian konsul bimbingan ini-itu, terus melakukan penelitian, kemudian jebreeeettt langsung Ujian Tesis. NO.
A BIG NO!
Ada banyak jalan alias proses yang harus kamu tempuh dan selesaikan.
Ada satu hal yang harus sangat kamu perhatikan, yaitu PUBLIKASI KARYA ILMIAH.
Ini nggak main-main banget, bro.
Kualifikasi untuk publikasi karya ilmiah yaitu (1) ada jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional yang bereputasi, dan (2) prosiding internasional bereputasi.
Jadi, kalau ikut prosiding ataupun submit artikel di jurnal tertentu, itu tuh nggak abal-abal. Apalagi sampe yang masuk ke predatory journal. No, it’s a big no.
Kamu bakalan rugi banget. That’s why kamu harus berhati-hati dan waspada, serta teliti. Jangan sampe kamu rugi waktu, rugi dana, rugi upaya. Pokoknya rugi segalanya. Jangan sampe, ya! So, make sure kalo kamu mau mempublikasikan karya ilmiah, harus di tempat-tempat yang tepercaya dan bereputasi, jelas sumbernya.
Well, publikasi karya ilmiah ini menjadi satu-satunya syarat untuk mengikuti Ujian Tesis. Sehingga, mau tidak mau kamu harus punya bekal karya ilmiah yang HARUS SUDAH TERBIT (PUBLISHED) sebelum kamu mengajukan Ujian Tesis. Percuma kalau Tesis kamu sudah selesai dan siap diujikan, tapi kamu belum mempublikasikan karya ilmiah itu.
Makanya aku kemarin tuh bener-bener (kesannya) lamaaaaa banget kuliahnya, karena amat sangat makan banyak waktu dalam accomplishing the final thesis defense. Why? Karena publikasi karya ilmiah itu butuh waktu yang nggak singkat, berbulan-bulan. Jadi, saranku nih buat kamu yang sedang berencana akan melanjutkan kuliah di jenjang S-2 (atau bahkan sedang menjalani kuliah S-2): persiapkan karya ilmiahmu dengan baik sebanyak mungkin.
Dan, karya ilmiahmu itu harus merupakan bagian dari Tesismu. Kamu nggak bisa ngasal gitu aja dalam membuat karya ilmiah, misalnya dengan membuat judul lain yang sama sekali nggak ada kaitannya dengan judul Tesismu. Karya ilmiah yang kamu publikasikan harus merupakan bagian dari Tesismu.
Nah, dalam proses publikasi karya ilmiah ini, aku joined tiga kali di conference yang berbeda-beda.
  • Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (UMS). Karena ini cuma asal ngikut, publikasiku nggak diterima oleh pihak kampusku, dong. Karena skalanya ini hanya nasional. Meanwhile, yang dipersyaratkan oleh kampus adalah seminar yang berskala internasional.
  • ICoSMEE (UNS). Ini merupakan seminar internasional dan juga terindeks Scopus. Namun, ternyata artikelku (artikel yang aku masukkan di prosiding ini) nggak published alias nggak terbit di jurnal internasionalnya, melainkan hanya terbit di jurnal lokal. Automatically, itu belum memenuhi syarat agar aku bisa mengajukan Ujian Tesis. Nah, akhirnya aku harus mengikuti international conference lainnya, dooonggggggg.
  • ICoSEd (UNESA). Alhamdulillah, yaaaaaa. Artikelku diterima. DAN. DITERBITKAN. TERINDEKS SCOPUS. Akhirnyaaaaa, terpenuhi juga syarat untuk lanjut ke tahapan berikutnya demi terselesainya perjuanganku meraih gelar MAGISTER. Anyway,proses penerbitan artikel tuh nggak sebentar, loh. Aku mulai seminar tuh bulan November 2017. Lalu, artikel ini baru diterbitkan pada bulan Mei 2018. Lumayan lama memang. Indeed.
Well, itu baru perjalanan tentang publikasi karya ilmiahnya. Sekarang, mari kita kembali ke pokok pembahasan mengenai empat tahap utama dalam penyelesaian Tesis.

Seminar Proposal
Di tahap ini, kamu mempresentasikan rancangan penelitian kamu. Mestinya udah hafal mati semua lah, yaaaa. Di S-1 pun kamu udah familiar dengan Seminar Proposal tentunya. Pastinya kamu udah melalui fase Seminar Proposal, ‘kan? *serius nanya*
Seminar Proposal ini sifatnya terbuka. Jadi, peserta seminarnya itu bebas. Bisa kawan seangkatan, kakak tingkat, adik tingkat, pacar, orang tua, keponakan, sepupu. Terus ada dosen juga sebagai penguji.
Seminar Kemajuan
Di sini, kamu mempresentasikan kurang lebih hasil penelitian kamu (sejauh mana kamu sudah menjalani proses penelitianmu). Tapi, sebisa mungkin Bab 1 sampai Bab 5 udah komplit lah. Walaupun lampirannya masih acak-adut atau bolong-bolong atau alamannya masih kocar-kacir atau belum terpenuhi semua, pokoknya tetep presentasi aja. However, sebisa mungkin, please, sebisa mungkin draft Tesis kamu udah mendekati sempurna dan pantas untuk dipresentasikan.
Seminar Kemajuan ini juga bersifat terbuka, sama seperti Seminar Proposal.
Seminar Hasil
Semua draft Tesis kamu HARUS SUDAH FIXED SEMUANYA. Lengkap mulai dari depan sampai belakang. Bab 1 sampai Bab 5, lampiran komplit, dan semua perangkat pembelajaran (kalau penelitian kamu tentang penelitian eksperimen) atau produk pembelajaran (kalau penelitian kamu tentang penelitian pengembangan) sudah beres.
Jadi, di tahap ini kamu mempresentasikan hasil dari penelitian kamu. Dan, Seminar Hasil ini bersifat terbuka. Lagi-lagi, kamu harus presentasi di hadapan banyak audience. Ah, tapi udah nggak perlu segrogi itu lah, ya. Orang udah biasa tampil di depan, kok. Wkwkwkwk~
Ujian Tesis
Tahap terakhir dan penentu seluruh perjalanan kuliah di jenjang S-2: Ujian Tesis. Sifatnya tertutup. Jadi, kamu hanya sendirian di dalam sebuah ruangan dan dihadapkan dengan empat orang penguji.
Dua orang dosen pembimbing kamu, which are jadi penguji kamu juga selama proses ujian berlangsung, dan dua orang dosen lainnya bertindak sebagai dosen penguji (Ketua dan Sekretaris). Ingat! Keempat dosen tersebut adalah dosen penguji kamu. Jangan berharap dosen pembimbing ikut ngebelain atau ngebantuin kamu layaknya ketika kamu sedang konsultasi/bimbingan empat mata. Beliau tetap menguji alias ngetes kamu kecuali kalo dosen pembimbingmu itu berhati malaikat jadi nggak tega-tega amat yang nguji.
Intinya, dalam Ujian Tesis kamu akan menjadi single fighter! Hahaha! Berjuang sendirian!
However, semua perjuangan kamu itu bakalan worth it in the end. Semua kerja keras selama ini akan terbayar. Senyum kebahagiaan itu bakalan tergambar di wajah kamu. Rasa haru, senang, sedih, waaah, semuanya, campur aduk!
Setelah dinyatakan LULUS, dan sesaat setelah dosen-dosen meninggalkan ruangan, aku MENANGIS.
Bahagia, sedih, takut, haru, excited, semuanya tak terdeskripsikan lagi!

So, segitu aja sharing-nya kali ini. Semoga bisa memberikan gambaran alias insight buat kamu yang pengen melanjutkan pendidikan formal di jenjang Magister, terutama di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan jurusan Magister Pendidikan Sains. Untuk tahun perkuliahan ke depan, mungkin ada sedikit perubahan. Tapi, esensinya kurang lebih sama seperti yang aku utarakan di atas.
Semoga bermanfaat!