Tempo Del Gelato Jogja

Siang hari yang panas paling enak emang ngemil yang dingin-dingin, yaaaaaa. Salah satu alternatif paling endeussss yaitu es krim. 🍦🍧🍨
Es krim kekinian yang menjadi kesukaan anak-anak muda sekarang yaitu gelato. Secara singkat, perbedaan es krim dengan gelato terletak pada kadar lemak yang terkandung di dalamnya. Gelato memiliki kandungan lemak yang lebih rendah. Yang insecure dengan makanan berlemak bisa SEDIKIT lebih berlega hati ketika mengonsumsi jenis kudapan ini. Tapi, sedikit aja. Sedikit. Wkwkwkk~ 😂🍦

Beberapa waktu yang lalu, aku mampir ke salah satu kedai gelato yang HITS banget di bumi Jogja. Namanya Tempo Del Gelato. Lokasinya ada di Jalan Kaliurang KM 5,2 No. 28 Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY.

Aku ke sana berdua sama sahabatku. Lumayan menghabiskan waktu sambil ngobrol banyak. By the way, tempatnya di sana cozy banget. Bener-bener instagrammable. Sekalinya masuk, langsung banyak spot-spot foto yang ciamik abisssss! Sayang banget untuk dilewatkan. Dan, sayang banget juga, aku nggak sempet mengabadikan beberapa spot yang menarik di kedai ini. 😩
Tapi, jangan sedih! Klean bisa lihat-lihat segala sesuatunya di laman instagramnya Tempo Del Gelato ini kok~ 💃

Hello, gelato!
Aku bersama sahabatku memesan gelato dengan cone. Satuannya seharga 25K. Bisa mix dua rasa gelato. Ada pilihan lain kok selain cone, bisa cup juga dengan mix 3 rasa juga. Sesuai selera.

Gelato rasa matcha dan oreo adalah pilihanku, meanwhile sohibku memilih matcha dan melon. Teksturnya aku suka banget. Lembut. Kadar manisnya pas, enak. Terlebih rasa green tea-nya juga nendang banget. 💚

Selain tempatnya yang asyik, menu utama yang disajikan di sini sangat menarik dan enak (tentu saja). Ini nihhhh yang bikin betah ngobrol berjam-jam di sini sekalipun gelatonya udah habis dimakan, wkwkwkw. 😂😂

Next time aku pengen banget ke sini lagi. Pengen nyobain gelatonya dengan varian rasa yang lain. Enaknya sendirian aja atau ngajak siapa, ya? 😋

Kose Softymo Washing Foam White Scrub In [REVIEW]

Perawatan wajah alias skincare routine merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sudah seharusnya kita memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan kulit kita. Penanganannya pun harus sejak dini. Salah satu step penting dalam skincare routine yaitu proses pembersihan wajah. Nah, kali ini aku akan membahas bagian second cleanser alias tahap pembersihan yang kedua. Biasanya untuk second cleanser ini kita menggunakan  facial foam atau face wash atau sabun wajah. Bentuknya ada bermacam-macam, antara lain sabun cair maupun sabun batang.
Kose Softymo Washing Foam White Scrub In
Produk yang akan aku ulas kali ini adalah Kose Softymo Washing Foam White Scrub In. Panjang sekaleeee yaaaa namanya. Selanjutnya aku bakalan sebut ini washing foam gitu aja, yaaa.
💙
Kose adalah brand dari Jepang. Aku dulu sempat salah mengira bahwa brand ini berasal dari Korea. Ternyata, salah besar, Saudariku! Jepang adalah negara asalnya, wkwkwk 😂😂
Aku akan mengulas produk ini secara lengkap, so please keep reading yaaa! 😍

Packaging/kemasan berbentuk tube
Bentuknya seperti pasta gigi yang gede dan gendut gitu. Berat bersihnya sebanyak 150 gram. Nggak abis-abis ini perasaan, padahal aku pake udah sekitar empat bulan.😕
Tapi, aku selang-seling dengan menggunakan produk face wash lainnya, sih.  😁
However, sungguh produk ini berlimpah sekali. Isinya banyak! Sayangnya, keterangan yang ada di packaging dalam bahasa Jepang. Aku kesulitan membacanya, huaaaa huaaaa huaaaaaa!!! 😭😭😭

Tekstur produk creamy banget
Meskipun ini adalah produk yang berfungsi sebagai sabun wajah, tekstur produk ini tergolong creamy dan lembut. Berwarna putih dan sedikit berbau ‘aneh’. Bukan bau kimia. Bukan bau bunga apalagi permen yang manis. Cenderung seperti bau nasi tapi nggak wangi sama sekali. (I’m so bad at describing how it smells, I’m sorry). 🙇
Kalau memakai produk ini, cukup sebesar biji jagung saja. Letakkan di telapak tangan kemudian beri air sedikit. Busanya cukup melimpah and I love it! 💙
Tulisannya kanji semua 😂
Mengandung butiran scrub yang lembut
Ketika produk ini diaplikasikan di wajah, akan terasa adanya butiran scrub yang sedikit ngeres di wajah. Tapi, tetep lembut. Bukan scrub yang besar-besar dan menyakitkan. Justru, produk ini lembut banget ketika dipakai dan setelah dipakai tidak meninggalkan rasa kering sama sekali di wajah. Wajah terasa lembab dan segar. So, I guess produk ini bakalan aman dipakai setiap hari. 😚

Cocok digunakan untuk kulit normal cenderung berminyak
Since I have a normal to oily skin type, daya kerja produk tetap aku sesuaikan dengan kondisi kulit aku. Sejauh ini, washing foam ini nyaman aku pakai dan tetap membuat kulitku terjaga kelembabannya. Nggak menimbulkan reaksi aneh-aneh. Aku kurang tahu hasilnya bila diaplikasikan di kulit yang kering atau kulit yang sensitif karena produk ini juga mengandung butiran scrub yang barangkali berpengaruh pada jenis kulit yang berbeda denganku.

Harganya?
Untuk satu tube produk ini dibandrol dengan harga 191K. Mahal atau murah tergantung sudut pandang masing-masing, ya? However, kalau melihat brand Kose yang telah mengeluarkan produk lain berupa serum dan bedak dengan harga di atas 1 juta rupiah, harga sabun cuci muka yang kurang dari dua ratus ribu rupiah ini tentu sangat murah, bukan? Apalagi isinya buanyaakkk! Pakenya juga cuma sedikit-sedikit karena eman-eman barang mahal busanya melimpah dan efektif untuk membersihkan wajah. 💦
Okay! Segitu dulu review dari aku mengenai produk second cleanser ini. Semoga bermanfaat. Jangan lupa mampir di postinganku mengenai produk pembersih wajah lainnya. See you on my next post!

Baca juga:

Swissvita by Allyoung Muslima [REVIEW]

Skincare merupakan investasi terbaik untuk kulit kita karena hasilnya kelak akan terlihat di masa depan saat usia kita sudah bertambah. Aku juga mulai concern tentang perawatan kulit ini sejak usiaku menginjak 25 tahun, sih. Tergolong telat. Harusnya sejak remaja sudah mengetahui dan menerapkannya walau minimalis. However,  it’s okay, yang penting mulai sekarang rutin dan konsisten dalam melakukan skincare routine demi tercapainya kesehatan kulit yang diimpikan di masa yang akan datang.

Basic skincare-ku sih termasuk sederhana dan nggak ribet. At least, sudah mencakup tahap pembersihan dan pemberian nutrisi di kulit. Nah, sekitar tiga bulan yang lalu, aku menggunakan beberapa produk dari brand Swissvita yang berada di bawah naungan Allyoung Muslima. Kali ini aku mau review ke-delapan produknya secara menyeluruh!

Aku pernah membuat first impression tentang produk-produk ini dalam bentuk video. Kindly check this out on my Youtube Channel, gangs!

Swissvita Micrite 3D Eye Cream Serum
Produk ini bertekstur gel. Cepet banget meresap di area mata. Awal dipake agak terasa lengket, tapi sebentar kemudian langsung meresap, kok. Produk dengan netto 5 gram ini bikin area mata jadi lembab rasanya. So far, so good. Garis-garis halus di sekitar mata memudar.
Micrite 3D All Use Eye Cream - Swissvita
Kalau untuk urusan kantong mata dan dark circle, nggak terlalu berpengaruh secara signifikan di aku since I usually sleep late at night. Such a bad habit. Selain itu, sebagai digital nomad yang setiap hari terpapar dengan layar smartphone dan laptop, secara otomatis turut menyumbang penurunan kualitas kekenyalan kulit di area mata. Kalau seperti ini, faktor gaya hidup memang memegang peranan paling krusial untuk ‘penampakan’ area mata, ya. Jadi, bukan semata-mata karena daya kerja produknya yang kurang baik.
Tekstur Micrite 3D All Use Eye Cream - Swissvita
Packaging produk ini imut banget seperti salep. Harganya 170K. Aku menggunakan produk ini cukup ambil sedikit saja, ibarat seukuran kacang kedelai. Lalu diaplikasikan di bawah mata, setelah itu dibaurkan ke seluruh area mata secara melingkar sekaligus dilakukan eye massage. Satu hal yang aku nggak suka: baunya.

Swissvita Micrite 3D All Use Skin Serum
Ini adalah serum buat kulit secara umum. Aku mengaplikasikan ini secara menyeluruh ke wajah tapi dengan takaran satu biji kedelai per spot wajah. Jadi, aku totol-totol dulu di kening, pipi, dan dagu. Kemudian, baru aku oles secara merata.
Swissvita Micrite 3D All Use Skin Serum
Meresapnya cepet, kok. Nggak ada rasa lengket sama sekali dan nggak bikin greasy di wajah. Netto produk ini 5 gram dengan harga 170K. Baunya lagi-lagi tak terdefinisi. Hasilnya wajah jadi kenyal, glowing, sehat gitu rasanya.

Swissvita Micrite 3D Anti-Spot Serum
Namanya saja anti-spot, ya. Dioleskannya cukup di bagian-bagian yang dibutuhkan, seperti di area yang kena bekas jerawat. I’m so impressed with this product! Setelah rutin dua bulan menggunakannya, bekas jerawat yang ada di atas bibir dan area keningku berhasil pudar. Dua bulan itu tergolong lama atau cepat? Menurutku sedang-sedang saja, ya. Justru kalau dalam hitungan satu minggu pemakaian lalu bekas jerawatnya hilang total, aku malah takut. Wkwk. 😂
Kesannya instan byanget, wow. 😕
Tekstur Swissvita Micrite 3D Anti-Spot Serum
Swissvita Micrite 3D All Use Anti-Spot Serum
Produk dengan netto 5 gram ini juga berbentuk salep. Kecil, imut gitu, tapi sangat berkhasiat. Ampuh. Harganya 170K. Teksturnya creamy tapi gampang di-blend dan meresap di kulit. Baunya seperti bau jeruk, lumayan segar. Nggak seperti bau produk serum lainnya yang baunya tidak terdefinisi. Wkwkwk~ 😂😂😂😂😂

Swissvita Micrite 3D Anti Wrinkle Serum
Aku menggunakan produk ini di bagian-bagian yang rawan terjadi kerutan, seperti area antara kedua alis, kening, dan garis senyum. Aku memang punya garis senyum yang dalam, sih. Bawaan lahir. Produk ini nggak meminimalisir kerutan-kerutan secara signifikan. But, at least, bisa memudarkan sedikit.
Swissvita Micrite 3D All Use Anti-Wrinkle Serum
Nettonya 5 gram dengan harga 170K. Teksturnya gel berwarna putih. Cepet banget meresap di kulit. Baunya juga tidak terdefinisi. Nggak wangi, sih, yang jelas. Tapi, aku suka karena bisa buat melembabkan kulit juga.

Swissvita Micrite 3D Whitening Serum
Sama seperti serum sebelumnya, produk ini juga seukuran salep dengan netto 5 gram dan harga 170K. Teksturnya gel berwarna bening. Baunya juga (lagi-lagi) tidak terdefinisi. 😒
Swissvita Micrite 3D All Use Whitening Serum
Ini ngefek di aku. Wajah jadi terlihat lebih cerah, tapi bukan putih. Aku malah suka dengan produk semacam ini. Dia nggak menghilangkan warna asli kulitku yang sawo matang. However, kalau hasilnya bikin mencerahkan, seharusnya nama produknya lebih ke arah brightening kali, ya? Bukan whitening. Eh, tapi, ya sudah lah. It doesn’t matter. 😎

Swissvita Micrite 3D Cleanser Cream
Ini adalah facial foam favoritku! Meskipun baunya kayak bau nasi dan nggak wangi sama sekali, aku suka banget. Dia sukses banget bisa membersihkan wajah. Nggak meninggalkan rasa kering atau sensasi wajah tertarik. Tetap bikin wajah lembab dan kenyal. 
Swissvita Micrite 3D All Use Cleanser Cream
Nettonya 100 gram, banyak. Harganya 286K. Aku ambilnya cukup seukuran biji jagung. Busanya melimpah jadi terkesan bisa bikin wajah bersih banget. Aku nggak tahu ini perih atau enggak kalau masuk ke mata karena aku belum pernah ngetes. (Lagian kurang kerjaan amat ngetes tingkat keperihan produk di mata). 😭😑😦😆😇

Swissvita Extra Hydroactive Cleansing Oil
Awalnya aku nggak suka sama sekali dengan produk ini. Pembersih bertekstur oil yang memberikan rasa greasy di wajah. Namun, setelah aku tahu cara pakainya, aku jadi cinta sekarang. (Huhuuuu, malu). 🙈🙈🙈🙈🙈
Swissvita Extra Hydroactive Cleansing Oil
Tekstur Swissvita Extra Hydroactive Cleansing Oil
Cara pakainya: tuang secukupnya di telapak tangan. Lalu, baurkan di seluruh wajah dan gosok perlahan dengan lembut. Ya, memang berminyak gitu kesannya. Tapi, ini cukup ampuh untuk membersihkan sisa kotoran dan makeup di wajah (tapi tidak untuk waterproof mascara, tetap harus pake makeup remover). 💆
Setelah cukup, lalu basuh wajah dengan air. Nanti, tekstur produknya jadi seperti susu. Ajaib, ‘kan? Setelah itu, biasanya aku langsung lanjutkan dengan pemakaian Swissvita Micrite 3D Cleanser Cream atau sabun wajah lainnya. Kalaupun cuma berhenti sampai di pembilasan tanpa penggunaan sabun wajah, bisa juga. Hanya saja wajah rasanya jadi kurang optimal saja bersihnya (in my opinion). Hasilnya setelah pembilasan ini, wajah rasanya lembut banget tanpa rasa kering atau tertarik. Isinya banyak banget, loh! 150 ml. Tapi, kalau sering dipakai, bakalan cepet habis juga, sih. Hehe. 😁
Harganya dibandrol 394K. Baunya sekilas seperti minyak zaitun gitu, sedikit wangi.

Swissvita Bio-Cellulose Lifting Eye Mask
Packaging-nya cute banget. Satu wadah gini berisi tiga masker. Bentuknya unik dan pas banget mengikuti bentuk area mata, bisa untuk under eyes dan area kelopak. Baunya nggak wangi, sih. However, essence-nya melimpah banget! 💦
Sisa essence yang masih ada di mask dan di dalam wadah sering aku oles-olesin ke area wajah dan leher. Bahkan aku pake juga untuk area siku, telapak tangan, dan lutut. Super multifungsi! Yeaaa, bilang aja nggak mau mubazir, sih. 😂
Swissvita Eye Mask
Eye Mask
Produk ini menenangkan banget. Aku biasanya pakai ini sambil tiduran karena produknya kalau ditempel dan posisinya sambil berdiri itu bisa melorot (di foto itu aja maskernya udah mulai melorot tuhhhh 😂). Aku diamkan sampai 15 menit. Setelah itu, maskernya dilepas dan aku tap-tap-in biar produknya makin meresap ke kulit. Selain essence-nya melimpah, harganya juga melimpah, beb! 556K. Tapi, ini worth enough. Packaging-nya rapi, unik, steril, produknya juga bikin area mata lebih lembab, kenyal, dan lembut.
💙
Swissvita by Allyoung Muslima
Overall, untuk semua produk yang berupa serum baunya memang weird gitu, kecuali yang anti-spot serum yang berbau jeruk. Aku hanya kurang suka dengan baunya. Tapi, untuk fungsi dan efeknya, ini worth it banget lah! 💗
Kalau untuk produk yang khusus cleansing, aku suka semua walaupun (lagi-lagi) baunya agak unique. Produknya sesuai klaim which is able to cleanse well as I guess. Untuk eye mask-nya, jangan ditanya, terfavorit! 💘

Sekian ulasan dariku mengenai produk-produk skincare dari Swissvita. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan insight mengenai dunia per-skincare-an.

Last but definitely not least, I thank you so much to Allyoung Muslima. I’m so grateful and proud being the part of #AllyoungMuslimaSquad.

Honor 10 Lite: Smartphone yang Cocok untuk Beauty Vlogger

Setelah sukses dengan peluncuran HONOR 9 Lite dan HONOR 10 sebelumnya, kini brand smartphone HONOR (baca: ‘oner’) yang berada di bawah naungan Huawei Group, mengeluarkan seri terbarunya, yaitu HONOR 10 Lite. Launching-nya diadakan pada 27 Februari 2019 lalu di Jakarta. Yang nggak bisa hadir, bisa mantengin keseruannya di Facebook Honor Indonesia karena disiarkan secara langsung.
Launching Honor 10 Lite

Pertama kali melihat HONOR 10 Lite, saya takjub dengan resolusi kamera depannya dan langsung kepikiran bahwa smartphone ini bakalan oke banget dipakai buat bikin makeup tutorial dan foto selfie hasil makeup, wkwkwk. 😂
Bagaimana tidak? Kamera depan dengan resolusi 24 MP yang didukung oleh kompensasi eksposur teknologi fusi cahaya 4-in-1 ini bisa bikin gambar selfie lebih detail, jelas, dan jernih, either diambil pada siang hari atau malam hari. Kamera ini juga di-support oleh pengenalan AI (Artificial Intelligent) 8 skenario dan beberapa opsi pencahayaan. Selain itu, HONOR 10 Lite juga didukung oleh pengenalan wajah 3D dan fungsi kecantikan AI yang dapat menyesuaikan dengan efek kecantikan berdasarkan umur, skin tone, dan jenis kelamin. Udah nggak perlu susah-susah mengedit foto lagi, nih! Tinggal jepret aja pake HONOR 10 Lite and done! Kebayang dong gimana bening dan tajamnya warna eyeshadow dan lipstick serta blush on yang kita pake, girls!
Honor 10 Lite
Daya kerjanya sendiri bener-bener awet dan bertahan cukup lama hingga 19 jam. HONOR 10 Lite di­support oleh GPU Turbo dan mengadopsi baterai 3400 mAh. HONOR 10 Lite dilengkapi dengan Kirin 710, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB. Nah, nggak cuma yahud buat bikin video tutorial makeup. Buat nge-game juga cucok meong banget ‘kan?

Desain smartphone ini juga bagus banget. Tampilannya slim dengan ukuran 154,8 mm (h) * 73,64 mm (w) * 7,95 (d) dan berat sekitar 162 gram (termasuk baterai) sehingga terasa nyaman dalam genggaman. Desain belakang HONOR 10 Lite dibuat dari delapan lapisan bahan yang glossy sehingga menimbulkan efek visual yang fabulous banget. Untuk warna, HONOR 10 Lite menawarkan dua pilihan warna gradien, yaitu Midnight Black dan Sky Blue. Aku sih lebih suka yang warna Midnight Black, ya. Karena warna hitamnya itu klasik banget. Elegan dan misterius, seperti saya. *kemudian ditoyor*
Dua pilihan warna Honor 10 Lite: Sky Blue & Midnight Black
Perihal sensor dan interface-nya dijabarkan sebagai berikut ↴
Interface:
  1. Headset type 3,5 mm
  2. Micro USB
  3. Nano-SIM atau Micro SD card slot

Sensor:
  1. Fingerprint sensor
  2. Proximity sensor
  3. Ambient light sensor
  4. Digital compass
  5. Gravity sensor 
HONOR 10 Lite ditujukan bagi mereka yang aktif, energetik, percaya diri, dan ekspresif. Justin Li, presiden Honor Indonesia, mengungkapkan bahwa HONOR 10 Lite yang memiliki fitur kamera dengan teknologi pengenalan AI dan beberapa opsi lighting akan memungkinkan para penggunanya untuk bermain dengan gambar selfie. Apalagi zaman sekarang para digital nomad sangat bergantung pada kinerja smartphone, terlebih kamera depan. Let’s say, para vlogger, blogger, influencer (apalagi yang bergerak di bidang beauty) akan terbantu dengan segala fitur yang ada pada smartphone HONOR 10 Lite ini.
Desain belakang Honor 10 Lite
Dari segi harga, HONOR 10 Lite ini dijual dengan harga Rp3.299.000,00. Bisa dibeli di Honor store dan beberapa toko mitra Honor, seperti Erafone. Selain itu, bisa dibeli secara online juga di Shopee. Hmm, harganya sesuai dengan definisi ‘ada harga, ada kualitas’, ya. Sama seperti bedak tabur, guys. Bedak Wardah 50ribu-an akan berbeda kualitasnya dengan bedak Chanel dengan harga 900ribu-an. Begitu pula dengan lipstick, foundation, primer, dan pensil alis. *oke stop ngomongin makeup*

Jadi, gimana? Siap meminang HONOR 10 Lite?
📱