Hotel Santika Premiere Yogyakarta menjadi saksi keseruan
acara Purbasari Influencer Academy (PIA) 2018 yang dihelat pada
Sabtu, 3 November 2018. Acara ini merupakan ‘kuliah’ untuk para influencer dalam menapaki jenjang karir
sebagai seorang influencer atau sosok
yang membawa pengaruh di kalangan masyarakat, either di dunia maya atau di dunia nyata. Namun, influencer yang ditekankan di sini lebih
fokus di bidang fashion & beauty.
 |
| credit: Purbasari Indonesia |
Aku merasa beruntung bisa turut serta di acara ini karena
begitu banyak pengalaman berharga sekaligus bekal yang sangat berguna di masa
yang akan datang. Satu hari serasa bukan waktu yang cukup untuk mencerna semua
ilmu yang diperoleh kala Sabtu itu yang bisa dibilang seharian penuh karena acara
berlangsung pukul 08.00-15.30. Meanwhile,
aku sendiri berangkat pukul 07.00 dan pulang sampai rumah sekitar maghrib,
sebab aku menempuh perjalanan yang cukup jauh. Yekan Klaten ke Jogja enggak deket, buk. Untung aja naik motor
sehingga bisa menembus kemacetan Jogja dengan lihai dan cekatan, huahahahaaaa~
*apaan sih ell*
Sebelum masuk ke venue, para peserta dipersilakan untuk berfoto di photobooth terlebih dahulu kemudian di-posting di Instagram. Berhubung memang dasarnya suka foto-foto, para peserta langsung gercep berpose lah yawww!!
 |
| Contohnya kayak begini 😁 |
Lalu, bisa bersiap untuk masuk ke ruangan dan menikmati acara demi acara~
💞
Acara dipandu oleh dua MC yang sangat kocak dan bersemangat!
Suasana selama acara tuh jadi cair dan menyenangkan. Nggak terasa bosan sama
sekali. Seneng banget malah! Seperti inilah urutan acaranya:
- Pembukaan
- Sambutan
- Writing
Class
- Photography
Class
- Ishoma
- Makeup
Class
-
Games,
Challenge, Best Photo, Best Dress
-
Penutup
Pembukaan
Bersyukur sekali bisa dipertemukan di acara spektakuler ini,
mengingat hanya peserta terpilih saja yang bisa join. Aku sendiri merasa sangat beruntung bisa berkumpul dengan
peserta VIP yang bekerja sama dengan komunitas Jogja Bloggirls. Duduknya di
jejeran paling depan sehingga bisa memperhatikan materi dengan seksama. Di
bagian Pembukaan ini, dua pemandu acara menjelaskan tata urutan acara yang
berlangsung kala itu. Penyampaiannya santai, nggak terlalu serius apalagi sepaneng. Karena apparently menyenangkan sekali kalau acara dilaksanakan dengan
suasana santai dan ceria seperti ini. Menjadi pribadi yang menyenangkan itu
tidak sulit. Cukup dengan bersikap santai, komunikatif, dan ceria, suasana yang
cair dan mengeluarga bisa terbangun.
Sambutan
Sambutan pertama diberikan oleh pihak Purbasari, selaku penyelenggara acara Purbasari Influencer Academy 2018. Dilanjutkan dengan sambutan oleh
perwakilan dari komunitas Jogja Bloggirls. Lalu, ada pula sambutan oleh
Kapolsek Keraton Jogja, seorang polwan yang eksentrik dan inspiratif. Sungguh
menyenangkan bisa bertemu dengan orang-orang yang interaktif seperti mereka.
Kemampuan public speaking-nya udah
nggak bisa diragukan lagi karena pastinya udah sering melakukan welcoming speech di mana-mana. Satu
pelajaran untukku: perdalam dan asah kemampuan public speaking. Aku masih kerapkali nervous tiap kali berbicara di depan umum. Harus mulai dibiasakan
untuk membangun rasa percaya diri agar bisa menyampaikan kalimat dengan baik
dan lancar sebagai bagian dari public
speaking.
Writing Class by Anunk Aqeela
Di sesi ini aku merasa seperti ada di kelas ESQ. Banyak
pesan dan quotes menarik yang
disampaikan oleh Anunk Aqeela. Beliau adalah seorang fashion designer dan entrepreneur,
serta menggeluti bidang kepribadian sebagai seorang trainer. Kelas semacam ini penting, loh! Sebab sangat berkaitan erat
dengan personal branding sebagai
seorang influencer atau public figure. Nah, bab personal branding-lah yang ditekankan
oleh beliau di sesi ini.
 |
| PIA 2018 - Anunk Aqeela |
Definisi personal
branding menurut Anunk Aqeela:
“Kualitas spesifik individu yang dikenal, dipercaya, dan diikuti
oleh masyarakat luas atau beberapa pihak tertentu.”
Untuk bisa dikenal oleh banyak orang, tentu ada satu atau
beberapa hal yang melekat pada diri seorang influencer
sehingga bisa dijadikan sebagai identitas atau ciri khas. Hal itulah yang
dinamakan passion. Menurut Anunk
Aqeela, passion adalah sesuatu yang
dilakukan berulang kali tanpa bosan. Beliau memberi contoh dirinya sendiri yang
memiliki passion dalam menjahit.
Beliau suka memilih kain, mengukur kain yang akan dijahit, membentuk pattern, menjahit dan memberi aksen di
sana-sini. Dan, itu semua dilakukannya tanpa bosan.
Begitu pun layaknya seorang
influencer. Kalau memiliki passion di bidang tarik suara, ia akan
berlatih menyanyi setiap hari, setiap saat, tanpa bosan. Aku sendiri memiliki passion di bidang makeup dan blogging. Oleh
karena itu, aku suka melakukan kreasi makeup
kemudian membagikannya di media sosialku. Selain itu, aku juga dipercaya untuk
merias orang lain, sehingga aku pun memberanikan diri untuk menjadikannya official sebagai seorang Make Up Artist (MUA). Menulis juga
merupakan passion-ku. Aku tidak
pernah menemukan rasa bosan ketika menulis. Lalu, aku tuangkan dalam bentuk
postingan di blog pribadi. Honestly,
aku sudah mulai mengenal dunia blogging sejak
2008. Namun, aku baru mulai aktif dan ‘serius’ di dalamnya beberapa tahun
terakhir. Sangat disayangkan memang. Tapi, semua sudah berlalu. Ya, sudahlah.
Ke depannya yang terpenting adalah harus tetap semangat and keep grinding! Seperti pesan Anunk
Aqeela, “Jalan terus, usaha terus, berinovasilah!”
Photography Class by Natasha Estelle
Zaman sekarang semua orang gemar membagikan foto-fotonya di
media sosial, entah potret diri, lingkungan sekitar, hewan peliharaan, dan
lainnya. Namun, alangkah baiknya bila hasil foto itu memiliki taste yang menjadi ciri khas fotografi
masing-masing. Di kelas ini aku mempelajari semua hal tentang fotografi. Adalah
Natasha Estelle yang menjadi pembicara. Banyak sekali portofolio beliau yang
membuktikan bahwa beliau adalah seorang fotografer profesional yang sudah tentu
expert di bidangnya. Beliau pun sudah
menggeluti dunia fotografi sejak masa sekolah. Jadi, banyak asam garam yang
telah dilalui olehnya.
 |
| PIA 2018 - Natasha Estelle |
Sebenarnya pemaparan oleh beliau ini cukup jelas dan mudah
dipahamii. Hanya saja, banyak istilah-istilah fotografi yang belum pernah
kudengar sebelumnya. Well, aku memang
zero knowledge banget nih tentang
dunia fotografi. That’s why masih
banyak istilah yang aku belum paham. Natasha Estelle lebih banyak memaparkan
tentang tips dan trik dalam taking
picture. Lebih ke tekniknya. Dan, tentu saja media yang digunakan adalah
kamera. Padahal aku belum punya kameraaaaaaa. *menangis di pojok kamar*
Tapi, jangan sedih. Beliau juga memberi pemaparan tentang
teknik pengambilan gambar dengan menggunakan kamera smartphone, kok.
*bernapas lega*
*menari bahagia*
Ada dua tips dari Natasha Estelle dalam mengambil gambar
dengan menggunakan kamera smartphone:
- Lighting-nya
disesuaikan. Mau redup ataupun terang, sesuaikan saja. Tergantung tujuan
pengambilan gambar.
- Gunakan reflektor warna putih atau hitam.
Keduanya akan memberikan efek di gambar dan mempengaruhi lighting. Kalau menggunakan reflektor warna hitam, cahaya akan
terserap/teredam dan itu akan memberikan efek ‘bayangan’ di tepian objek.
 |
| Hasil flat-lay photo-ku 😁 |
Natasha Estelle juga menanggapi perihal hasil-hasil foto
yang tampak monoton.
According to her,
monoton bukanlah sesuatu yang dihindari. Justru itu bisa dijadikan
trademark atau ciri khas hasil
pemotretan seseorang. Saran dari beliau, perbanyak
practice agar bisa mengembangkan
taste yang dihasilkan dari foto yang diambil. Karena pada akhirnya,
taste-lah yang berbicara pada suatu
foto.
Kenapa Photography
Class ini juga diadakan di acara PIA
2018? Seorang influencer erat
kaitannya dengan potret diri dan apa pun mengenai dirinya di masyarakat. Di
masa kini, media sosial menjadi sarana yang bagus dalam menampilkan personal branding. Untuk mendukung semua
itu, diperlukan ilmu yang mumpuni juga dalam bidang fotografi. That’s why wawasan mengenai fotografi
ini sangat penting dan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari
seorang influencer.
Ishoma
Sudah tengah hari, saatnya istirahat sejenak. Waktu
istirahat ini bisa dialokasikan untuk makan dan sembahyang. Aku selalu sangat
mengapresiasi suatu pihak penyelenggara acara yang tepat waktu dalam memberikan
kesempatan untuk istirahat, makan, dan sembahyang tentunya. Sometimes, ada beberapa penyelenggara
yang tidak memperhatikan hal ini sehingga ada kalanya ketika sudah memasuki
waktu sembahyang (atau makan siang) acara masih tetap berlanjut. Ini tentu akan
bikin gelisah. Selain karena kelaparan (wohhh yha jelas apalagi aku ini tipikal
mudah muring-muring kalau lagi laper
wkwkwk 😂😈), fokus jadi terpecah akibat gelisah takut-takut keburu kehabisan waktu
salat. Lagipula, setelah pikiran diforsir sejak pagi, harusnya siang diberi
jeda untuk break sejenak.
Purbasari top
dalam hal ini. Jeda istirahat bisa jadi sarana untuk menyegarkan pikiran,
memulihkan tenaga, dan menikmati santap siang. I deeply appreciated it. *standing applause*
Seluruh peserta dipersilakan untuk menikmati santap siang di
Restoran yang masih menjadi bagian dari Hotel Santika Premiere. Berbagai menu
disediakan dan komplit! Mulai dari snack,
makan besar berupa lauk dan sayur, pecel, pudding, es dawet, cake,
buah-buahan, dan banyak lagi. Aku nggak sempet ngicipin satu per satu karena
lambungku cuma satu dan kapasitasnya sungguh sempit. Diisi makanan sedikit aja
langsung kenyang (padahal 3 jam kemudian laper lagi). But, it’s okay. As long as mengikuti
sunnah Rasul dan memiliki gaya hidup sehat, itu sudah cukup. *omong opo ell?*
Selanjutnya, bagi yang mau sembahyang, ada mushola yang
letaknya nggak jauh dari venue. Cuma
sepelemparan batu lah. Sudah disediakan mukena juga. Tempatnya bersih. Oh, iya.
Tempat untuk berwudhu pun tertutup dan terpisah sesuai gender. Love! 💙
Jeda waktu istirahatnya pas banget. Nggak kelamaan dan nggak
kecepetan. Acara dimulai lagi sekitar pukul 13.00.
Makeup Class by Inivindy
Ini merupakan sesi penting juga bagiku, mengingat aku juga
berkecimpung di dunia makeup sebagai Make Up Artist (MUA). Banyak sekali
bekal ilmu yang ditransfer oleh Inivindy kali ini. Komplit, banyak banget. Nggak
tanggung-tanggung, bahkan Inivindy membuka sesi tanya-jawab ketika proses makeup sang model sedang berlangsung.
 |
| Terpampang nyata di layar 😎 |
Beberapa ilmu yang aku peroleh:
-
Cara menggunakan contour cream yang tepat.
- Bedak dengan shade
gelap bisa digunakan sebagai contour
powder.
- Cara bikin alis yang tepat.
-
Cara mengaplikasikan foundation atau BB cream
agar terlihat halus.
- Eyeliner
pen milik Purbasari adalah eyeliner terawet dan warnanya hitam
legam.
- Trik jitu mengaplikasikan eyeshadow untuk kelopak mata kanan dan kiri yang berbeda.
-
Makeup
hack: menggunakan lipstick sebagai
cream blush.
- Dan banyaaaaakkk banget
 |
| PIA 2018 - Inivindy |
Dari Inivindy juga aku juga jadi tahu beberapa produk
rekomendasi beliau yang amat bagus kualitasnya, yaitu
eyebrow pencil,
pen eyeliner,
lip cream, lipstick metallic, dan
BB cream. Seluruh produk tersebut sudah
diakui oleh Inivindy sebagai produk terbaik, lebih-lebih untuk ukuran
local brand.
So amazing!
💛
 |
| Hasil makeup-ku dengan coach dari Inivindy |
Di samping itu, beliau memberikan tips dalam membuat video
yang diunggah di
Youtube.
As you guys know, Inivindy juga seorang
beauty vlogger dan beauty blogger, nggak
cuma
MUA. Lalu, beliau juga
memberikan pencerahan dalam menanggapi
haters.
Yeah, dalam segala hal, pasti ada dua jenis orang yang memberikan reaksi, baik
atau buruk. Kuncinya ada di diri kita. Oleh sebab itu, cara-cara dalam
menanggapi semua hal itu harus dikuasai.
👊
Ternyata menjadi seorang influencer
itu tidak mudah, ya. Ada banyak hal dan kesiapan yang harus dikuasai.
Tenang saja. Seiring berjalannya waktu dan seiring dengan kita mengembangkan
diri, semua hal tentu dapat kita lalui dengan baik.
Games, Challenge, Best Photo, Best Dress
Ada banyak games dan
challenge, antara lain:
-
Menyebutkan shade
warna lipstick Purbasari.
-
Menyebutkan shade
lip cream favorit Inivindy.
- Menirukan gaya Inivindy ketika memberikan opening di video Youtube-nya.
Kemudian, di sini juga diumumkan para peserta yang berhak
memenangkan
best photo (
challenge saat di sesi
Writing Class dan
Photography Class). Namun, sayang, ada salah satu peserta yang
hadiahnya ditunda dulu penyerahannya dikarenakan ia terpaksa meninggalkan acara
lebih dulu (kerabatnya ada yang meninggal, RIP). Tapi, sesi tetap berlanjut.
Ada salah satu peserta yang memenangkan best dress dan benar-benar mewakilkan penampilannya yang totalitas
banget. Ala-ala vintage gitu dengan
poni melengkung dan tahi lalat palsu.
Then, ada peserta
yang berhasil memenangkan hadiah berupa ringlight!
Ia menang dalam makeup class karena makeup-nya unik. Nuansa pinkish dengan alis warna pink itulah yang bikin dia hoki. So, foto before-after-nya kelihatan manglingi
banget. Wahhhh, selamat!
Penutup
Acara ditutup dengan foto bersama. Rasa syukur tetap melimpah
atas suksesnya keseluruhan rangkaian acara dengan baik. Bener-bener seru,
inspiratif, banyak ilmu yang diperoleh, banyak hadiah, dan ini semua gratis!
Sungguhlah Purbasari ini baik
sekaliiiiiii!! 💖💖💖💖💖
So far nggak ada brand lokal lain yang seberani Purbasari yang sanggup menyelenggarakan
acara dengan skala besar seperti ini. Anyway,
acara ini berlangsung di beberapa kota di Indonesia, antara lain Surabaya, Bandung,
Semarang, Malang, Bali, Jakarta, dan kali ini Yogyakarta. Bahagia banget rasanya bisa joined di acara bergengsi ini!
Salah satu hal lagi yang membuatku merasa beruntung adalah
aku berkesempatan untuk foto bareng beauty
blogger junjunganku, yaitu Inivindy! Mo nangis rasanya pas bisa lihat
langsung, berdiri di samping Inivindy, berpelukan, dan foto bareng. Hwaaaaa!!!
*terharu parah* 😭😭😭
 |
| Terharuuuu bisa foto bareng Inivindy 😭😭😭 I'm your biggest fan, Mbak Vindy!!!!! |
Lalu, aku juga dimintai tolong oleh panitia penyelenggara
untuk memberikan testimoni atas acara PIA
2018 ini. Wah, aku bersedia banget! Namun, sayang, namun, karena aku
terlalu excited dan heboh dan bahagia
dan senang dan riang gembira dan sebagainya, aku belibet juga dalam berkata-kata. Udah ngomongnya cepet, ribet banget pula, intonasinya nggak
jelas. Huhuuuu, malu aslinya! (biasanya malu-maluin padahal) Yaudahlahyaaaaaaa~
Acara berakhir dan saatnya pulang. Alhamdulillah.
Aku mendapat goodie bag
dari Purbasari berupa satu bedak
(Oil Matte Control Compact Powder)
dan dua lip products.
 |
| Isi goodie bag |
Aku sudah
memberi ulasan mengenai compact powder ini
di postinganku sebelumnya. Kalau mau baca, bisa klik aja di bawah ini:
Terima kasih, Purbasari!
Aku rasa terima kasih saja tidak cukup, tapi aku tidak sanggup lagi untuk
mengatakan hal lain selain terima kasih, beribu terima kasih. 💙
Purbasari telah memberiku pengalaman
berharga dan menjadi wadah yang tepat bagi para influencer agar bisa behave dalam
berinteraksi serta mempertahankan eksistensi di dunia maya dan nyata.
Sukses terus, Purbasari! Jaya selalu sebagai brand lokal berkualitas! Semoga bisa segera mendunia dengan produk-produk yang terkenal ke seluruh penjuru dunia!
Purbasari, thank you. I love you. 💖