Pengalaman Imunisasi PCV dan Rotavirus untuk Bayi 2 Bulan di Klaten

Semenjak memiliki bayi, apalagi anak pertama, aku benar-benar (harus) belajar banyak. Terlebih segala sesuatu yang berkaitan dengan bayi, salah satunya adalah perkara imunisasi. Jujur, untuk urusan ini aku agak berpikir keras dan ekstra hati-hati supaya nggak melewatkan jadwal imunisasi anak sesuai dengan timeline-nya.

Kali ini bayiku berusia 2 bulan. Sudah saatnya untuk imunisasi PCV dan Rotavirus. Biasanya vaksin PCV dan Rotavirus ini dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu.

Apa tuh PCV dan Rotavirus? Berikut penjelasan singkatnya yang aku sadur dari alodokter.com:

  • PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) berguna untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus penyebab penyakit berbahaya, seperti meningitis dan pneumonia.

  • Vaksin Rotavirus berguna untuk mencegah infeksi rotavirus yang bisa menyebabkan muntaber atau gastroenteritis.

Berhubung vaksin PCV dan Rotavirus belum masuk ke program pemerintah (masih vaksin opsional), aku memutuskan untuk ke dokter anak aja. DSA (Dokter Spesialis Anak) yang aku tuju adalah dr. Arif Handiarsa, Sp.A., M.Sc. Beliau berpraktik di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten (RS Tegalyoso) dan Klinik Anak Sidowayah Klaten (jadi satu dengan klinik iBumil Klaten). Aku memilih datang ke Klinik Anak Sidowayah aja.

klinik anak ibumil klaten
Klinik Anak


Usia 2 bulan adalah usia yang tepat untuk imunisasi PCV & Rotavirus


Saat itu anakku tepat berusia 2 bulan 21 hari. Imunisasi ini berjarak minimal 2 minggu setelah anakku mendapat imunisasi Polio. Anyway, usia maksimal pemberian Rotavirus pertama tuh ketika anak berusia 3 bulan 3 minggu. Untuk PCV diberikan dengan cara disuntik pahanya. Anakku kemarin paha kirinya yang disuntik. Meanwhile, vaksin Rotavirus diberikan melalui oral (tetes).

 

Make sure si bayi puasa dulu yaaa, guys. Minimal satu jam sebelum divaksin, bayinya puasa dulu. Malah lebih baik 2-3 jam sebelumnya, jadi dipastikan lambungnya kosong. Soalnya buat menghindari terjadinya muntah.


Anakku kemarin sempet muntah karena nggak puasa. Ini akibat aku clueless, nggak tahu, dan nggak cari-cari informasi dulu. Bidan di Klinik Anak juga kelupaan ngasih tahu aku sebelumnya. Jadi ini memang kelalaian bersama. *sad*


Tapi, alhamdulillah, setelah muntah 2 kali, anakku sukses diberi vaksin Rotavirus. Prosesnya emang pelan-pelan gitu ditetesin ke mulutnya. Vaksin Rotavirusnya yaitu Rotarix 1 dose/dosis (1,5 ml), oral suspension.

Meanwhile, PCV-nya yeaaaa biasa laahh nangisnya pas di-enjuss aja. Vaksinnya: Prevenar 13, suspension for injection, 1 dose (0,5 ml).

Baca Juga: Mama's Choice, Skincare untuk Bumil



Efek samping vaksin PCV dan Rotavirus


Umumnya, bayi mengalami demam atau rewel alias banyak nangis gitu pasca imunisasi. Nah, anakku nggak mengalami demam sama sekali, guys. Namun, si doi rada susah nenen. Macam enggan untuk menyusu gitu. Nenen pun cuma sebentar-sebentar, kisaran 3-5 menit sekali nenen. Alhasil, mamak pun galau dibuatnya. *cry sekebon*


Hal ini terjadi selama 2-3 hari pasca imunisasi PCV dan Rotavirus. Ternyata bayi juga bisa kehilangan selera makan, hiks. Buat ngakalinnya, selain DBF (direct breastfeeding), aku juga pumping trus aku suapin pake sendok gitu ke anakku. Perlahan-lahan. Intinya sih biar bayi tetep ada asupan nutrisi, jangan sampe dehidrasi juga karena kurang minum ASI.


Hari berikutnya, alhamdulillah banget, kegalauan pun akhirnya berakhir. Anakku kembali lahap juga menyusu seperti biasa. Sehari bisa 8-12 kali menyusu dengan durasi 15-30 menit. Mamak pun bisa bernapas lega dan tersenyum haru bahagia, huaaahh!

Berapa biaya vaksin PCV dan Rotavirus?


Rentang biayanya bervariasi, tapi rata-rata di mana pun hampir sama nominalnya lah, yaa. Di Klinik Anak Sidowayah untuk PCV harganya 875.000, sementara untuk Rotavirus 475.000. Tindakan DSA 2 kali, total 100.000. So, biaya keseluruhannya menjadi 1.450.000.

Lumayan meholita babaneroguys. Makanya, nabung dan siapkan sedini mungkin untuk biaya-biaya vaksin bayi di bawah 6 bulan ini, yak! *brb cek saldo*


Oke! Sampai di sini dulu aku sharing-nya. Kita ketemu lagi di sesi sharing berikutnya. *jyahhhh sesi, lu kata narasumber seminar*


Baca Juga: Suplemen Kehamilan Blackmores


See you on my next post, guys! Stay happy, stay healthy!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar