Purbasari Oil Control Matte Powder Hydra Series


Beberapa pekan terakhir aku kerapkali ber-makeup minimalis, salah satunya di bagian complexion aku hanya mengulaskan bedak, tanpa foundation. Kalau bepergian pun, aku sering hanya mengulaskan bedak, mengaplikasikan lipstick, dan membentuk alis. Sudah. Waktunya jadi lebih hemat dan efektif. Tinggal tap-tap beberapa produk skincare, terus ulaskan bedak, bikin alis, dan terakhir gincu, and then done. Siap capcussssss!
Bedak Purbasari - Oil Control Matte
Produk bedak yang aku pakai pun berupa compact powder. Brand lokal satu ini tentu sudah banyak dikenal di seantero negeri. Gampang dicari di mana-mana juga. Dia adalah Purbasari Cosmetics. Meskipun kesannya si doi adalah brand yang udah sepuh (oops, sorry, Purbasari πŸ˜—), brand ini tetap berinovasi untuk mengembangkan berbagai produknya mengikuti kemajuan zaman. Salah satunya yaitu dengan mengeluarkan berbagai produk di bawah naungan Hydra Series. Yang paling termasyur dan fenomenal tentu saja produknya yang berupa lip cream.


Nah, kali ini aku akan mengulas salah satu produknya yang berupa compact powder alias bedak, senjata utama segala umat. Nggak kalah fenomenal dengan lip cream-nya, kok. Jangan lupa sediakan cemilan (popcorn, kacang rebus, chiki-chiki, kentang goreng, ayam geprek, pecel lele, bata, beling) sembari membacanya sampai tuntas, yak! Karena, as always, tulisannya bakalan panjang. However, semoga kamu tetep enjoy ya bacanya.
Packaging
Produk ini hadir dengan wadah yang mungil dan praktis banget. Gampang dibawa ke mana-mana, nggak makan tempat. Berat bersihnya 12 gram. Warna packaging dan dusnya hitam dan matte sehingga kelihatan elegan. Dus di bagian belakang memang berlubang yang memudahkan kita untuk melihat produk beserta keterangan yang tertempel di bagian dasar produk. Di bagian dusnya sendiri juga tersedia keterangan berupa komposisi, tempat produksi, dan lain-lain (dengan tulisan yang cukup kecil – menyesuaikan wadah). Tenang, masih bisa terbaca dengan baik, kok.
πŸ’•
As I said, bedak ini ukurannya kecil dengan bentuk bulat. Sudah tersedia cermin dan spons di dalamnya. Tapi, sponsnya diletakkan langsung di atas bedaknya, tidak ada separator. But, it’s okay, I don’t mind that. Cerminnya pas. Muka aku masih bisa kelihatan kalau pas becermin, wkwkwkk. πŸ˜‚ Tapi, sponsnya agak kasar. But, it's okay, masih bisa dipake juga. Yang aku suka, bedak ini praktis banget dibawa-bawa. Dimasukkan ke dalam tas, pouch, bahkan di saku celana juga bisa, loh! Sangat memudahkan untuk touch-up setiap saat.

Shade
Aku punya shade Natural. Warnanya tetap bisa nyambung dan masuk-masuk aja di kulitku yang sawo matang dengan warm undertone. Meskipun shade ini undertone-nya lebih ke netral atau pinkish, di aku masih bisa tetep masuk warnanya. Nggak bikin efek kulit jadi ashy, kok.

Purbasari Oil Matte Control Powder
Coverage
Tingkat coverage bedak ini medium. Barangkali kalau di-build up, bisa jadi full coverage. Tapi, aku belum pernah mencobanya. Jadi, aku nggak bisa kasih kesaksian deh di sini.
Medium coverage saja sudah cukup bagiku. Karena aku lebih suka yang sedang-sedang saja. Dia tidak menutupi flaws di wajah, tapi bisa sedikit menyamarkan. It’s better lah. Barangkali, kalau menggunakan makeup lengkap (concealer, foundation, etc), bedak ini bisa mendapat predikat full coverage. Tapi, lagi-lagi aku belum pernah mencobanya sehingga aku tidak bisa memberikan kesaksian (lagi) di sini. Bukan apa. Aku hanya terlalu nyaman menggunakan bedak ini secara tunggal, tanpa menggunakan foundation. Karena bedak ini memang seringan dan senyaman itu. Aku sudah nyaman bersamamu seperti ini, Purbasari. *pereuusssss* 😹

Tekstur
Bedak ini halus banget.Gampang dibaurkan sekalipun dengan menggunakan aplikator berupa spons, either itu spons bawaan dari Purbasari atau beauty sponge lainnya. Paling mudah kalau dibaurkan dengan menggunakan powder brush. Wajah jadi terlihat lebih halus. Tapi, pori-pori tetap nggak tertutup. Anyway, ini karena aku hanya menggunakan produk ini secara tunggal, ya. Kalau aku menggunakan makeup lengkap (primer, foundation, contour cream, etc) tentu saja tekstur wajah jadi bisa terlihat lebih halus dan rata setelah bedak ini diaplikasikan. Anyway, bedak ini baunya cukup strong. Tapi, masih dalam taraf wajar. Layaknya bedak pada umumnya. Kalau aku sih biasa-biasa aja dengan aroma bedak seperti ini.
Tekstur Purbasari Oil Matte Control Powder
Performa
Klaim:
“Menghasilkan tampilan akhir matte sekaligus membantu melembabkan dan mengandung tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV. Hydra Series Matte Powder dapat menyempurnakan hasil make up agar lebih tahan lama sekaligus membantu mencerahkan wajah.”

Somehow, aku setuju 100% dengan klaim tersebut. Produk ini memberikan natural matte finish di wajah. Sebagai pemilik kulit normal to oily, aku jujur lebih suka tampilan akhir matte dibanding satin, apalagi dewy. Dewy finish is a big no for me. Kulit wajahku cenderung mudah berminyak di area T dan sekitar pipi. *yahhhh, itu sih hampir seluruh wajah, neng πŸ˜”*
That’s why hasil akhir matte selalu membuatku tergila-gila. Bedak ini mampu memberikan tampilan matte. Tapi, bukan dead matte. Ya kesannya matte yang natural gitu.

Wajah juga nggak terasa kaku dan nggak berat sama sekali. Jadi, tetep terasa lembab. Bedak ini juga udah mengandung tabir surya. Walaupun demikian, aku tetap selalu mengaplikasikan sunscreen sebelum menggunakan bedak ini untuk perlindungan menyeluruh.
Di packaging tertulis bahwa bedak ini mengandung Whitening + UV Filter + Natural Mosturizer + Oil Control. Bagian UV Filter dan Natural Moisturizer aku udah paparkan di atas. Untuk Whitening, well, bedak ini bisa juga mencerahkan wajah. Tapi bukan yang bikin kelihatan jauh lebih putih gitu. Tetep cerahnya alami. Sesuai dengan klaim yang sudah disebut: membantu mencerahkan wajah. Bagaimana dengan Oil Control? Lanjuuutttt simak di bawah ini, guys!

Ketahanan (Staying Power)
Bedak ini terbukti ampuh buat nahan minyak! I guarantee it! Meskipun aku hanya menggunakan produk ini secara tunggal, si doi tetep bisa membuktikan diri sesuai dengan klaim: menyempurnakan hasil make up agar lebih tahan lama.
Bedak ini aku gunakan secara tunggal dan bisa bertahan selama 4 jam. Lebih dari itu, tampilan glowing secara alamiah mulai kelihatan. Yeah, ini karena tipe kulitku emang dasarnya berminyak. Tapi, untuk performa selama 4 jam DENGAN PENGGUNAAN TUNGGAL, bedak ini kualitasnya tergolong amat bagus. Jarang loh ada bedak yang sekuat ini menahan produksi minyak di wajah. Standing applause buat Purbasari!
Riasan yang simpel dengan hanya menggunakan bedak Purbasari di bagian complexion
Di foto itu, aku kondangan dengan makeup yang simpel dan tanpa menggunakan foundation. Aku memberanikan diri dengan hanya menggunakan bedak (untuk bagian complexion). Wagelaseeeeeeehhhhhh~
Kondangan jam 12, kelar jam 3. Muka masih terkontrol banget. Nggak luntur! Bedak masih nempel sempurna. Hanya saja tampilan wajahku sedikit glowing alamiah. Siang bolong panas cetar dan humid banget kan yaaaa, alhasil produksi minyak wajah juga turut meningkat. Tapi, bedak ini mampu menahannya dengan baik. Speechless juga, sih. Kesannya kayak lebay gini. Tapi, yaaaa, gimana, yaaaa? Emang begini yang kurasakan, Ferguso!
Poin plus lagi, bedak ini nggak oxydize. Dia tetap pada warna aslinya seperti ketika pertama kali diaplikasikan. Gimana nggak makin cinta, sih???!!!! πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

Komposisi
Ingredients: Talc, Zinc Oxide, Silica, Diisostearyl Malate, Zinc Myristate, Paraffinum Liquidum, Octyl Methoxycinnamate, Hydrogenated Polyisobutene, Dimethicone, Hydrogen Dimethicone, Metylparaben, Propylparaben, Parfum, Carthamus Tinctorius (Safflower) Seed Oil.
May Contain: Cl 77891, Cl 77492, Cl 77491, Cl 77499

Aku tertarik dengan adanya kandungan minyak safflower di sini. Safflower atau bisa disebut kesumba, merupakan jenis tanaman yang berkhasiat untuk menghaluskan kulit. Pantas saja kulit juga terasa lebih halus setelah bedak ini diaplikasikan di wajah.

Harga
Rp20.000,00. Masih mau protes apa, nih? πŸ’°

+++++ PROS +++++
  1. Sanggup menahan minyak
  2. Tekstur halus
  3. Harga terjangkau
  4. Mudah dicari di mana-mana
  5. Praktis dibawa-bawa
  6. Brand lokal
----- CONS -----
  1. Isinya sedikit, bakalan cepet abis (kalau aku yang pake)
  2. Nggak ada separator antara bedak dengan spons
Segitu dulu ulasan dariku mengenai Purbasari Cosmetics – Oil Control Matte Powder. Gimana pendapatmu? Comment di bawah, ya!


Thank you so much for visiting, guys!

Investasi untuk Pemula bersama BukaReksa - Aman, Mudah, dan Terjangkau


Literasi finansial sudah seharusnya digalakkan saat ini, mengingat kemajuan zaman dan pergerakan roda perekonomian terus berkembang dan progresif. Mau tidak mau, kita harus dapat berjalan beriringan mengikuti irama globalisasi. Membicarakan bab keuangan dan penghasilan sejatinya bukan hal yang tabu lagi. However, apparently literasi finansial ini belum sepenuhnya dipahami oleh semua kalangan. Ada beberapa orang yang masih merasa ragu dan malu to be open-minded about this financial thingy. Merasa asing sehingga tidak butuh untuk mengetahui dan menindaklanjutinya menjadi akar dari keengganan bergerak. *well, okay, bahasanya sudah mbulet*
Seminar Reksadana
Beberapa waktu yang lalu, PT BNP Paribas Investment Partners dan Bukalapak menyelenggarakan Seminar Reksadana – Produk Investasi Aman, Mudah, dan Terjangkau di Hotel Alila Solo. Acaranya dibuka untuk umum (siapa pun bisa join) dan gratis. Tentunya ini sangat valuable dan dapat membuka mata masyarakat mengenai pentingnya berinvestasi di masa kini. Bagi netizen yang masih having zero knowledge about those things seperti aku, acara ini of course menambah wawasan dan menyadarkanku untuk keeping an eye perihal investasi. Selama ini, banyak orang yang menganggap investasi itu hanya dilakukan oleh kalangan tertentu (orang berduit a.k.a. konglomerat) atau orang-orang yang sudah lanjut usia demi menghadapi masa tua (udah pensiun, udah nggak kerja). But, salah besar! Investasi itu justru harus dilakukan sejak dini.
πŸ’²
Ada dua pembicara yang dihadirkan di Seminar kali ini, yaitu Vivian Secakusuma (Manajer Investasi BNP Paribas) dan Hafizh Asri (Investment Solutions Manager Bukalapak) dan dimoderatori oleh Solihin (Kepala Pengembangan Kebijakan Investasi). Kedua pembicara sama-sama memperkenalkan profil dari masing-masing perusahaan dan memberikan insight tentang reksadana.
πŸ’°

Mengenai BNP Paribas dan BukaReksa
PT BNP Paribas sendiri merupakan salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak 1992. Berbagai penghargaan pun sudah disabet oleh BNP Paribas selama tahun 2018 ini, antara lain Asset Management Company of the Year 2018, Islamic Asset Manager of the Year 2018, dan Best Islamic Product 2018. Kredibilitasnya sudah tidak bisa diragukan lagi, indeed. Di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terdapat 90 manager investasi, salah satunya adalah BNP Paribas.
Then, Bukalapak kini juga bukan sekadar e-commerce biasa. Bukalapak merupakan e-commerce pertama di Indonesia yang menjadi perpanjangan tangan para investor untuk berinvestasi melalui BukaReksa. Proses yang mudah dan sederhana menjadi jargon utama BukaReksa. Dalam waktu kurang dari 5 jam, terhitung dari proses awal registrasi, kita sudah bisa melakukan transaksi dimulai dari dana minimum sebesar Rp10.000,00!
Bayangin, dong. 10K biasanya buat beli gelato satu scoop, ini malah bisa buat investasi reksadana. Wagelaseh! Plus, BukaReksa ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nggak perlu khawatir lagi kalau kita berinvestasi di BukaReksa. Dijamin aman dan duitnya tetap jadi milikmu. Don’t have any anxiety issues, please.
Dalam pemaparan Vivian dan Hafizh, keduanya sama-sama menyebutkan tentang perbandingan reksadana vs tabungan, serta penjelasan lebih lanjut mengenai ‘high risk, high return’ alias ‘high gain, high risk’. Yeaaaahhh. Sudah hukum alam sih sebenernya bahwa makin tinggi yang dihasilkan, makin tinggi pula risikonya. Kalau mau enaknya sendiri semacam pengen dapet duit banyak dengan risiko yang minim, itu hanya mimpi, Ferguso.
πŸ’±
Reksadana sendiri banyak keuntungannya ketimbang menyimpan duit secara konvensional dengan cara menabung di bank. Nilai tabungan cenderung turun karena tergerus oleh inflasi dan biaya administrasi bank.
Yah, actually dari perbandingan di atas terlihat sisi plus dan minus-nya (((Karena di dunia ini tidak ada yang sempurna))). Secara risiko, jelas investasi (reksadana) berisiko tinggi. Tapi, untuk jangka panjang investasi (reksadana) lebih menjanjikan karena nilai bisa bertambah.
πŸ‘œ
Lalu, kenapa harus memilih BukaReksa?
Nice question! Ada beberapa pertimbangan why we should take part of it. Berdasarkan pemaparan Hafizh, ada lima alasan kita harus memilih BukaReksa sebagai jalan untuk berinvestasi.
  1. Imbal hasil yang menarik dan likuid.
  2. Investasi yang ekonomis.
  3. Minim risiko.
  4. Tidak ada biaya transaksi.
  5. Kemudahan bertransaksi.
Ada satu kalimat yang langsung mengguncangkan isi kepalaku:
“Masa depan harus dipersiapkan sejak dini, salah satunya melalui investasi.”

Sebagai generasi millennials yang hidup di era post-modernism, investasi bukanlah hal tabu. Investasi sudah semestinya diterapkan sejak dini. Literasi finansial sudah harus dimapankan sejak dini. Keseimbangan hidup dengan perekonomian yang stabil adalah kunci kesejahteraan. *omong opo to, ell? -_-*
Eh, tapi iya, loh. Kalau kita minim pengetahuan tentang keuangan, zero insight tentang finansial, buta informasi tentang perekonomian, bagaimana kita bisa mengatur cara yang tepat dalam mengelola keuangan?
Padahal banyak sekali tujuan/target/kebutuhan yang tentunya harus kita penuhi di masa yang akan datang. Hidup jangan sesembrono itu, Rosalinda. That’s why kita perlu tahu pentingnya berinvestasi.
πŸ’°πŸ’°πŸ’°πŸ’°πŸ’°

Tips Investasi dari BNP Paribas
Vivian memaparkan beberapa tips dalam berinvestasi. Ada lima hal, sebagai berikut:
  1. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi.
  2. Tentukan profil risiko.
  3. Pahami produk investasi yang dipilih.
  4. Pastikan produk investasi yang dibeli aman dan diawasi oleh OJK.
  5. Monitor kerja investasi.
Poin nomor 4 sangat jelas dan BukaReksa sangat recommended untuk dipilih sebagai jalan untuk berinvestasi karena aman dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bersama dengan #BloggerSolo
Sudah lebih dari 150.000 investor bergabung bersama BukaReksa. Kamu kapan?

Penginapan Murah di Solo – Griya Asoka Syariah


Beberapa waktu yang lalu aku diberi kesempatan untuk staycation di salah satu penginapan yang ada di Solo, tepatnya di daerah Colomadu. Kebetulan banget, nih. Aku bener-bener lagi butuh healing dan solitude untuk menenangkan diri. *apaan sih*
Griya Asoka Syariah ini berlokasi di Jalan Tohudan, Colomadu. Rutenya kalo dari Jalan Adi Sucipto, start dari Hotel The Alana aja. Abis itu, jalan lurus ke utara sekitar 700 meter. Ada pertigaan, belok kanan (ada plang penunjuk arah, kok). Terus, ketemu, deh! Tempatnya di sisi utara jalan. Biar nggak bingung, bisa cek langsung aja di Google Map, search Griya Asoka.
Lokasinya termasuk jauh dari jalan besar. Suasananya hening, tenang, nggak berisik. Pemandangannya serba ijo. Sawah, pepohonan, rerumputan. πŸŒ³πŸŒ΄πŸŒΏπŸ€πŸƒ
Konsep penginapan ini pun homestay atau guest house gitu. Jadi, rasanya kayak lagi ada di rumah sendiri. Halamannya cukup luas, bisa menampung beberapa kendaraan, seperti mobil atau minibus. Nggak ada garasi, ya. Jadi, kalo bawa motor, ya motornya cukup diparkir di halaman. Insya Allah aman selalu. Pintu gerbang kalau malam hari juga ditutup.
Suasana di Griya Asoka Syariah
Sesampainya di sana aku disambut oleh seorang wanita paruh baya dan seorang wanita muda, sama-sama berhijab. Ramah sekali. Kemudian, aku diantar ke kamar nomor 07 yang letaknya di belakang. Kamarnya langsung menghadap taman, agak jauh dari lobby. Anyway, di ruangan depan selain ada lobby, ada pula ruang tunggu (ruang tamu) yang cozy banget. Lalu, ada pula ruang yang cukup besar, bisa digunakan untuk meeting.
Ruang tamu
Suasananya bener-bener tenang di sini, jauh dari hiruk-pikuk bising perkotaan. Sejuk, adem, rindang. Kamarnya sendiri menurut aku cukup nyaman. AC bekerja semestinya, ada lemari yang ukurannya besar sekali, ada flat TV dengan channel lokal yang digantung di dinding, ada meja dan kursi plus cermin. Aku dikasih kamar yang ada double bed, padahal aku bobok sendirian, wkwk. Kasurnya nyaman, empuk. Sprei dan selimutnya bersih. Tersedia handuk juga. Meanwhile, untuk toiletry cuma disediakan sabun batang kecil ala hotel. Overall, kamarnya rapi, penataan ruangnya bagus. Hanya saja, agak ngeres lantainya waktu aku datang.
Kamar tidur
Kamar mandinya berisi toilet duduk dan ember besar untuk wadah air. Air krannya lancar banget, jadi airnya bisa melimpah gitu. Saluran pembuangan airnya pun lancar, nggak mampet. Ada gantungan baju juga, bisa buat gantungin baju ganti dan handuk. Ada keranjang untuk wadah keperluan mandi lainnya juga. Toiletnya agak bermasalah, karena nggak bisa di-flush. Jadi, harus manual yang nyentor, coy. Yeah, ini mungkin hanya di kamar yang aku tempati, ya. Aku juga nggak tahu kamar yang lain kayak gimana keadaannya.
Kamar mandi
Zaman sekarang kurang lengkap kalau penginapan nggak tersedia koneksi internet. Tenang. Di Griya Asoka Syariah, ada wifi. Namun, sayang seribu sayang. Wifi-nya melemah kalau aku lagi ada di dalam kamar. Kalau aku pergi ke depan, terutama lobby, koneksi wifi bisa kenceng. Tapi kalau di kamar, langsung melemah. Hmmmmmm.....
Tersedia dapur umum yang letaknya paling ujung, di area belakang. Ada mushola juga, loh. Jadi, sembahyangnya bisa di mushola juga kalau lagi nggak pengen sembahyang di kamar. By the way, di dalam kamar nggak ada sign penunjuk arah kiblat. Jadi, mesti tanya-tanya dulu kalau belum tahu arah kiblatnya.
😁
Meskipun lokasinya agak jauh dari pusat kota, di sekeliling dekat Griya Asoka Syariah sudah tersedia banyak sekali tempat-tempat makan dan minimarket. Kalau pengen jajan atau beli sesuatu, nggak kesusahan lagi, deh. Di sini nggak disediakan sarapan, jadi kalau lapar ya harus keluar dari penginapan, deh.
🌳
Kamar yang aku tempati ada di harga 130K/malam dengan double bed. Ada beberapa kamar yang tersedia, serupa dengan kamar yang aku tempati, bisa untuk 1-2 orang. Kalau untuk keluarga sebanyak 4-6 orang, tersedia kamar juga, loh. Kalau tidak salah, harganya 170K/malam dengan kamar yang jauh lebih luas dan ukuran bed yang lebih besar. Gimana? Terjangkau banget, kan?
πŸ‘›
PROS
  • Suasana tenang dan sejuk.
  • Pelayanan ramah.
  • Kamar nyaman.
CONS
  • Wifi kurang lancar.
  • Toilet nggak bisa di-flush
Sekian ulasan dariku mengenai penginapan murah yang berkualitas di Solo. Kalau kamu berencana untuk menghabiskan waktu di Solo, nginepnya di Griya Asoka Syariah aja. Mau sendirian atau rame-rame, bisa banget.
See you on my next post, guys!